BPBD Perketat Pengawasan Permukiman Padat Penduduk
Balikpapan – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan memfokuskan langkah pencegahan dan pengawasan pada potensi kebakaran permukiman. Terutama di kawasan dengan kepadatan tinggi. Dua wilayah yang kini menjadi perhatian utama ialah Klandasan Ilir dan Klandasan Ulu. Mengingat kondisi lingkungannya yang dinilai sangat rentan terhadap insiden kebakaran skala besar.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Balikpapan, Bambang Subagya mengatakan karakteristik permukiman padat membuat risiko kebakaran meningkat drastis. Akses jalan sempit, rumah berdempetan, hingga instalasi listrik rumahan yang tidak memenuhi standar keamanan menjadi pemicu utama kerawanan tersebut.
“Kami memang terus memantau kawasan padat penduduk. Risiko kebakaran jelas meningkat di area padat itu. Makanya kami lakukan mitigasi pada kelistrikan. Warga perlu sekali peremajaan kabel listrik. Lalu jangan menyimpan barang mudah terbakar,” ujarnya, Sabtu (22/11)
Bambang menilai banyak kawasan padat penduduk di Balikpapan. Termasuk Klandasan Ilir dan Klandasan Ulu yang memiliki akses tidak ideal bagi mobil pemadam kebakaran. Jalan-jalan kecil dan berbelok membuat petugas tidak bisa bergerak cepat ketika insiden terjadi. Kondisi tersebut berpotensi memperlambat penanganan awal dan memperbesar penyebaran api.
“Kami minta warga paham situasi ini. Warga harus disiplin jaga keamanan instalasi listrik. Ketika akses jalan tidak mendukung, maka upaya pencegahan menjadi kunci utama. Warga harus memastikan kondisi rumah aman sebelum api sempat muncul,” jelasnya.
Menurut Bambang, sebagian besar kasus kebakaran permukiman bermula dari korsleting listrik. Banyak rumah di kawasan padat yang masih menggunakan kabel lama, sambungan tidak standar, hingga penggunaan alat elektronik berdaya tinggi secara bersamaan. Selain itu, kebiasaan menyimpan barang mudah terbakar seperti kain bekas, kertas, hingga tabung gas dalam ruangan sempit membuat api berpotensi menjalar lebih cepat.
“Kondisi listrik yang tidak layak itu sangat berbahaya. Korsleting bisa terjadi kapan saja. Kan banyak saling sambung menyambung di kawasan padat penduduk. Itu jelas ada potensi bencana kebakaran,” tuturnya lagi.
Bambang memastikan pihaknya akan memperkuat edukasi kebakaran kepada warga melalui sosialisasi rutin di tingkat RT. Petugas akan memberikan panduan mengecek instalasi listrik sederhana, tata letak perabot yang aman, hingga langkah cepat menghadapi percikan api atau korsleting. (ibn)
