BPBD Dorong Sistem Kewaspadaan Berbasis Komunitas
Balikpapan – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan mendorong masyarakat pesisir membangun sistem kewaspadaan berbasis komunitas. Hal itu untuk meminimalkan risiko potensi banjir rob yang belakangan meningkat. BPBD mencatat sejumlah kawasan pesisir berada di posisi rendah dan padat penduduk cukup rentan terdampak ketika air pasang datang dengan intensitas besar.
Kepala Pelaksana BPBD Balikpapan, Usman Ali mengatakan partisipasi masyarakat menjadi faktor penentu keberhasilan mitigasi. Ia meminta warga saling mengingatkan, membantu tetangga yang rentan dan memastikan anak-anak tidak berada di area berisiko saat permukaan air mulai naik.
“Kami tidak ingin ada korban jiwa. Kewaspadaan masyarakat menjadi kunci agar dampaknya bisa diminimalkan. Ketika warga siap, risiko bisa ditekan secara signifikan. Karenanya perlu keterlibatan aktif komunitas warga,” ujarnya, Senin (17/11).
Usman menyebut beberapa wilayah seperti Kampung Baru, Batakan, Manggar dan kawasan sekitar pelabuhan sebagai titik dengan kerentanan tinggi. Permukiman padat dan struktur lingkungan yang berada dekat bibir laut membuat wilayah tersebut lebih cepat terpapar rob. Terutama saat fase pasang maksimum terjadi.
Usman mengingatkan pola rob saat ini semakin sulit diprediksi masyarakat karena perubahan cuaca ekstrem yang dipengaruhi dinamika laut. Kondisi tersebut mengharuskan warga meningkatkan pengawasan terhadap lingkungan sekitar serta mengikuti informasi resmi dari pemerintah maupun BMKG.
“Rob datang dalam hitungan menit dan sering kali warga tidak sempat menyelamatkan barang atau menjaga anak-anak. Karena itu, sistem kewaspadaan komunitas sangat penting,” jelasnya.
Untuk itu, Usman mendorong warga memanfaatkan grup lingkungan, RT maupun komunitas lokal untuk berbagi informasi. Khususnya terkait pasang tinggi, kondisi saluran air hingga tanda-tanda kenaikan permukaan laut. Karena kerja kolektif warga dapat meminimalkan kepanikan dan mempercepat respons saat rob mulai masuk permukiman.
“Kesiapsiagaan jelas lebih efektif dibanding mitigasi yang hanya mengandalkan petugas. Komunitas warga kita adalah garda terdepan. Ketika warga saling peduli dan bergerak cepat, ancaman rob tidak lagi menimbulkan dampak besar,” tuturnya.
Usman menambahkan pihak BPBD terus melakukan sosialisasi bahaya rob dan pentingnya kesiapsiagaan di kawasan pesisir. Pemerintah juga memperkuat koordinasi dengan instansi terkait. Termasuk pengawasan terhadap daerah-daerah yang sebelumnya mengalami genangan serius. (ibn)
