Cegah Kebakaran, BPBD Survei Instalasi Listrik
Balikpapan – Pemerintah Kota Balikpapan berupaya mengurangi risiko kebakaran di kawasan permukiman padat. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan melalui tim pelaksana pelayanan kedaruratan melakukan survei instalasi listrik di sejumlah lingkungan yang dinilai memiliki kerentanan tinggi. Pemerintah menilai langkah ini penting untuk mempercepat akselerasi manajemen penanggulangan bencana.
Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kota Balikpapan, Arsulul Chairi mengakui potensi kebakaran tertinggi justru berasal dari korsleting listrik. Maka pihaknya mengambil langkah preventif lebih agresif untuk melindungi warga dari ancaman yang dapat terjadi kapan saja.
“Kami melakukan survei instalasi listrik secara menyeluruh di kawasan padat penduduk. Kami ingin memastikan kondisi kabel, sambungan listrik, hingga penggunaan peralatan elektronik berada dalam kondisi aman,” ujarnya, Jumat (21/11).
Arsulul menjelaskan banyak kasus kebakaran di Balikpapan dipicu oleh instalasi listrik yang tidak standar, sambungan tidak resmi, atau penggunaan stop kontak berlebih. Survei dilakukan untuk mendeteksi potensi bahaya sebelum memicu insiden yang lebih besar. Termasuk mengedukasi warga untuk membenahi instalasi listrik di lingkungan sekitarnya.
“Kami menemukan beberapa titik yang memiliki sambungan kabel yang tidak rapi dan peralatan listrik yang berpotensi menimbulkan percikan api. Temuan ini langsung kami laporkan agar warga segera melakukan perbaikan,” jelasnya.
Menurut Arsulul BPBD juga memberikan edukasi kepada warga terkait standar instalasi listrik rumahan, penggunaan alat elektronik secara aman serta pentingnya mengganti kabel yang sudah tidak layak. Hal ini bagian dari mempercepat mitigasi, BPBD memperkuat koordinasi dengan PLN, kelurahan dan ketua RT setempat.
“Kami tidak hanya memetakan risiko. Kami juga mengedukasi warga agar mereka memahami pentingnya keamanan listrik di rumah masing-masing. Kami melibatkan PLN untuk memeriksa instalasi yang membutuhkan penanganan teknis,” tuturnya.
Arsulul menambahkan survei instalasi listrik merupakan bagian dari akselerasi manajemen penanggulangan bencana yang sedang BPBD jalankan. Pemerintah menilai respons kedaruratan harus didukung pencegahan yang kuat dari hulu. Sebagai bagian dari rencana jangka panjang, BPBD akan memperluas program survei ke lebih banyak kelurahan.
“Kami ingin memastikan penanganan bencana tidak hanya reaktif, tetapi juga preventif. Survei ini menjadi langkah konkret kami dalam mencegah kebakaran,” tambahnya. (man)
