BPBD Sosialisasikan Tas Siaga Bencana

Balikpapan – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan mengimbau seluruh warga agar menyiapkan Tas Siaga Bencana (TSB) di rumah masing-masing. Langkah sederhana ini menjadi bagian penting dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana alam maupun kondisi darurat lainnya.

Kepala BPBD Kota Balikpapan, Usman Ali mengatakan setiap keluarga sebaiknya memiliki tas yang berisi perlengkapan dasar untuk bertahan hidup minimal selama tiga hari. Tas ini berfungsi sebagai alat bantu utama sebelum bantuan dan tim penyelamat tiba di lokasi bencana.

“Kami mengajak warga untuk menyiapkan Tas Siaga Bencana mulai sekarang. Isinya kebutuhan dasar yang bisa membantu keluarga bertahan hidup sampai bantuan datang,” ujarnya, Kamis (06/11).

Usman menjelaskan, TSB merupakan bagian penting dari budaya tanggap bencana yang perlu dibangun sejak dini. Selain untuk bertahan hidup, tas ini juga mempermudah proses evakuasi karena seluruh barang penting telah disiapkan dan terpilah dengan baik. “Dalam kondisi darurat, waktu sangat terbatas. Kalau warga sudah menyiapkan tas ini sebelumnya, proses evakuasi bisa lebih cepat dan teratur,” jelasnya.

BPBD Balikpapan menyarankan agar TSB berisi air minum, makanan instan, pakaian ganti, obat-obatan pribadi, senter, baterai cadangan, peluit, dokumen penting, hingga uang tunai secukupnya. Semua barang tersebut harus disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing anggota keluarga, terutama anak-anak dan lansia.

Selain imbauan, BPBD juga aktif memberikan sosialisasi dan pelatihan kebencanaan di tingkat kelurahan untuk memperkuat kesiapsiagaan warga. Dalam kegiatan tersebut, petugas menjelaskan cara menyiapkan TSB dengan benar dan memberikan simulasi penggunaannya saat situasi darurat.

Usman menilai kesadaran masyarakat masih perlu ditingkatkan. Banyak warga belum memahami pentingnya persiapan sederhana seperti ini. Padahal Balikpapan termasuk wilayah dengan potensi bencana cukup tinggi. Mulai dari kebakaran permukiman, banjir hingga gempa bumi.

“Kesiapsiagaan tidak harus menunggu bencana terjadi. Dengan menyiapkan Tas Siaga Bencana, warga sudah selangkah lebih aman dalam melindungi diri dan keluarga,” jelasnya.

Usman berharap, gerakan menyiapkan TSB bisa menjadi kebiasaan di setiap rumah tangga. BPBD juga berencana memperluas kampanye kesadaran publik melalui media sosial dan kerja sama dengan sekolah serta komunitas lokal. “Kita tidak pernah tahu kapan bencana datang. Tapi kita bisa menyiapkan diri mulai hari ini,” tandasnya. (man)