Pemkot Persilahkan Warga Akses REAKSI

Balikpapan – Pemerintah Kota Balikpapan resmi membuka akses aplikasi REAKSI (Realisasi Akuntabilitas Kinerja Secara Integratif) bagi masyarakat umum. Langkah ini menandai babak baru dalam transparansi pemerintahan daerah. Karena warga kini bisa memantau langsung kinerja seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) secara terbuka.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Balikpapan, Muhaimin menjelaskan aplikasi REAKSI telah dikembangkan sejak 2024 sebagai bagian dari sistem evaluasi internal. Namun, pada tahun ini Pemkot memutuskan untuk membuka aksesnya kepada publik setelah melalui proses penyempurnaan dan integrasi data lintas OPD.

“Aplikasi REAKSI awalnya kami gunakan untuk memantau capaian kinerja di internal pemerintah. Tapi sekarang, masyarakat juga bisa mengaksesnya. Ini bentuk komitmen kami terhadap transparansi dan akuntabilitas publik,” ujarnya, Selasa (04/11).

Muhaimin mengatakan melalui aplikasi ini, warga bisa melihat sejauh mana program pembangunan kota berjalan. Termasuk capaian indikator kinerja setiap Organisasi perangkat Dinas (OPD). Di mana melalui sistem ini, Pemkot Balikpapan berharap partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan semakin meningkat.

“Kami ingin masyarakat ikut berperan mengawasi dan memberi masukan terhadap kinerja pemerintah. Dengan keterbukaan informasi seperti ini, warga tidak hanya menjadi penerima layanan, tetapi juga bagian dari proses pengawasan,” jelasnya.

Aplikasi REAKSI, lanjut Muhaimin, juga menjadi instrumen penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan berbasis data dan kinerja. Setiap OPD wajib memperbarui capaian program, penggunaan anggaran, serta hasil evaluasi kegiatan secara berkala. Data tersebut otomatis terintegrasi dalam sistem dan dapat dilihat publik kapan saja.

“Setiap kegiatan OPD akan terekam dan terlaporkan secara real time. Jadi, tidak ada lagi ruang untuk laporan kinerja yang tidak sesuai fakta. Semua bisa diverifikasi langsung oleh masyarakat umum,” tuturnya lagi.

Muhaimin menambahkan aplikasi ini juga menyiapkan fitur pengaduan dan saran dari warga. Agar mereka bisa menyampaikan tanggapan langsung terhadap kinerja pemerintah. Fitur ini akan menjadi saluran dua arah antara masyarakat dan Pemkot dalam mewujudkan pemerintahan yang responsif dan partisipatif.

“Kami ingin aplikasi ini tidak hanya sekadar alat pantau, tapi juga wadah komunikasi antara pemerintah dan warga. Semua demi peningkatan pelayanan dan kepercayaan publik,” tutupnya. (man)