Jitupasna Kawal Pemulihan Pasca Bencana
Balikpapan – Pemerintah Kota Balikpapan terus memperkuat sistem penanganan pascabencana dengan mengoptimalkan peran Tim Kajian Kebutuhan Pasca Bencana (Jitupasna). Tim ini menjadi bagian penting dalam memastikan proses pemulihan berjalan sistematis, terarah dan tepat sasaran. Terutama setelah fase darurat berakhir.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Balikpapan, Bambang Subagya menjelaskan pembentukan Jitupasna merupakan tindak lanjut dari upaya pemerintah untuk memperkuat manajemen penanggulangan bencana dari hulu ke hilir. Di mana proses penanganan tidak sebatas respon saat kejadian. Melainkan berlanjut hingga rehabilitasi dan rekonstruksi.
“Kami tidak ingin penanganan bencana berhenti di tahap darurat saja. Melalui Jitupasna, pemerintah memastikan tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan sesuai kebutuhan masyarakat terdampak,” ujarnya, Kamis (13/11).
Bambang mengatakan Jitupasna beranggotakan tim lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang bekerja secara terkoordinasi. Unsurnya meliputi BPBD, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Perumahan dan Permukiman, Bagian Pemerintahan, serta Bagian Administrasi Pembangunan. Selain itu, unsur kecamatan dan kelurahan juga dilibatkan sebagai garda terdepan yang memahami kondisi lapangan.
“Kami membutuhkan kolaborasi dari semua sektor. Setiap OPD memiliki peran strategis sesuai bidangnya masing-masing. Mulai dari data kerusakan rumah, dampak sosial, kesehatan masyarakat hingga infrastruktur publik,” jelasnya.
Menurut Bambang, kerja Jitupasna tidak hanya sebatas pengumpulan data. Tim ini juga melakukan analisis kebutuhan, verifikasi lapangan dan penyusunan rekomendasi pemulihan. Hasil kerja tim ini akan menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan oleh pemerintah kota terhadap sebuah kejadian bencana.
“Data yang akurat menjadi kunci. Tanpa data yang valid, program pemulihan berisiko tidak tepat sasaran. Karena itu, tim yang ada ini akan memastikan setiap informasi diverifikasi langsung di lapangan,” tuturnya lagi.
Bambang menambahkan, salah satu fokus utama Jitupasna adalah membangun kembali kepercayaan masyarakat pasca bencana dengan memastikan penyaluran bantuan dan program rehabilitasi. Pemerintah ingin memastikan setiap warga terdampak mendapatkan hak yang sama sesuai tingkat kerusakan dan kebutuhan riil di lapangan.
“Kami ingin masyarakat merasakan bahwa pemerintah hadir secara nyata. Proses pemulihan bukan hanya soal membangun kembali fisik, tapi juga memulihkan kehidupan sosial dan ekonomi mereka,” tambahnya. (man)
