Balikpapan Bersiap Gunakan Parkir Non Tunai

Balikpapan – Pemerintah Kota Balikpapan bersiap melakukan uji coba sistem parkir non tunai. Hal ini sebagai langkah percepatan digitalisasi layanan publik. Program ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan transparansi pengelolaan parkir sekaligus menghadirkan layanan yang lebih efisien bagi masyarakat.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Balikpapan, Muhammad Fadli Paturahman mengatakan kebijakan ini merespons kebutuhan masyarakat terhadap layanan yang cepat dan praktis. Ia menilai perkembangan penggunaan uang elektronik sudah sangat pesat. Maka layanan parkir perlu mengikuti perubahan tersebut.

“Sekarang masyarakat sudah terbiasa pakai layanan non tunai. Kami pikir parkir pun ke depan tidak perlu uang tunai lagi. Makanya pemerintah perlu menyiapkan infrastrukturnya dulu. Jadi nanti tinggal proses pemberlakuan di lapangan,” ujarnya, Selasa (11/11).

Menurut Fadli, sistem non tunai akan memangkas potensi kebocoran pendapatan parkir karena seluruh transaksi tercatat secara digital. Dishub juga menilai mekanisme ini mampu menyingkat waktu transaksi. Di mana warga tidak terlibat antrean panjang di sejumlah titik parkir yang kerap padat.

Selain transparansi pendapatan, uji coba ini bertujuan memaksimalkan kenyamanan pengguna. Pemindaian kartu atau aplikasi digital membuat pengendara tidak perlu lagi menyiapkan uang receh atau menunggu petugas memberikan tiket kertas.

“Kami saat ini tengah berkoordinasi dengan pihak perbankan dan penyedia teknologi. Kami perlu memastikan sistem berjalan stabil saat diterapkan. Ada beberapa lokasi parkir di pusat kota yang akan menjadi titik awal uji coba,” jelasnya.

Di sisi lain, lanjut Fadli, pemerintah daerah menargetkan digitalisasi layanan parkir dapat mendukung penataan lalu lintas yang lebih tertib. Data parkir yang terekam secara real time akan membantu Dishub memantau pola pergerakan kendaraan serta mengantisipasi potensi kemacetan di sejumlah kawasan.

Fadli mengaku optimis sistem parkir non tunai dapat menjadi standar baru pengelolaan parkir di kota minyak. Karena penerapan teknologi tersebut, pemerintah berharap tercipta tata kelola yang lebih akuntabel dan mendukung visi kota menuju layanan publik berbasis digital.

“Dishub tetap menyiapkan sosialisasi intensif kepada masyarakat sebelum uji coba dimulai. Kami ingin memastikan masyarakat mudah beradaptasi. Tujuan kami bukan hanya modernisasi, tetapi memberikan layanan parkir yang lebih aman, cepat, dan akurat,” tambahnya. (man)