Pemkot Sinkronkan PSN dan RTRW

Balikpapan – Pemerintah Kota Balikpapan memastikan seluruh Proyek Strategis Nasional (PSN) yang berjalan di daerah tetap sejalan dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) kota. Hal ini menjadi penting untuk menjaga keserasian antara pembangunan pusat dan arah kebijakan pembangunan daerah.

Sekretaris Daerah Kota Balikpapan, Muhaimin mengatakan pemerintah daerah terus melakukan penyesuaian terhadap beberapa proyek pusat yang saat ini masuk dalam daftar PSN. Di antaranya pembangunan workshop program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Merah Putih dan Sekolah Rakyat.

“Kami harus memastikan setiap proyek nasional tidak bertentangan dengan rencana tata ruang yang sudah kami tetapkan. RTRW Balikpapan berlaku untuk 20 tahun ke depan. Jadi seluruh pembangunan wajib menyesuaikan dengan arah kebijakan kota,” ujarnya, Rabu (12/11).

Muhaimin menjelaskan, sejumlah proyek strategis nasional kerap memiliki cakupan lintas wilayah dan terkadang belum sepenuhnya sinkron dengan rencana tata ruang daerah. Karena itu, pemerintah kota memiliki tanggung jawab memberikan masukan agar pelaksanaan proyek tetap terintegrasi dengan perencanaan lokal.

“RTRW kita sudah ditetapkan untuk dua dekade. Namun dalam pelaksanaannya, bisa saja muncul program baru dari pusat yang belum sepenuhnya selaras. Maka kami perlu aktif berkoordinasi agar PSN tetap berada dalam koridor pembangunan daerah,” jelasnya.

Penyesuaian ini, lanjut Muhaimin, menjadi langkah penting untuk mencegah munculnya konflik tata ruang. Seperti tumpang tindih lahan, perubahan peruntukan kawasan atau dampak lingkungan yang tidak terukur. Ia meyakinkan komitmen pemerintah setempat menjaga keseimbangan antara kepentingan nasional dan kebutuhan lokal. Terutama dalam konteks keberlanjutan pembangunan kota.

“Kami tidak menolak proyek nasional. Justru kami mendukung sepenuhnya. Asalkan pelaksanaannya mempertimbangkan kondisi geografis, sosial dan ekologis daerah setempat. Makanya kita lakukan sinkronisasi agar selaras,” tuturnya lagi.

Muhaimin menambahkan, pembangunan nasional seperti program MBG menjadi contoh bagaimana sinergi pusat dan daerah dapat berjalan baik. Pemkot berperan aktif memastikan infrastruktur pendukung berupa workshop MBG. Intinya tidak hanya memenuhi aspek teknis tapi juga memperhatikan dampak sosial dan lingkungan di sekitarnya.

“Kita ingin semua proyek strategis memberi manfaat langsung bagi masyarakat tanpa mengorbankan tata kelola ruang kota. Karena tata ruang adalah pedoman utama arah pembangunan berkelanjutan,” pungkasnya. (man)