DKP3 Ingatkan Pentingnya Fasilitas Uji Pestisida
Balikpapan – Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Balikpapan menyoroti masih minimnya fasilitas rapid test pestisida di sejumlah Satuan Penyedia Porsi Gizi (SPPG). Padahal, fasilitas tersebut berperan penting dalam memastikan keamanan bahan pangan segar yang digunakan untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Balikpapan.
Kepala DKP3 Balikpapan, Sri Wahyuningsih menjelaskan, pihaknya telah melakukan pemantauan terhadap delapan SPPG aktif yang tersebar di berbagai wilayah kota. Dari hasil pengawasan tersebut, belum semua memiliki peralatan uji pestisida sederhana untuk mendeteksi potensi kontaminasi pada sayur, buah atau bahan pangan lain.
“Kami mencatat dari delapan SPPG yang beroperasi, sebagian besar belum memiliki alat uji pestisida. Ini penting untuk memastikan bahan pangan yang digunakan aman dikonsumsi. Kan itu terkait program MBG yang sedang berlangsung,” ujarnya, Rabu (12/11).
Menurut Yuyun, keberadaan alat uji tersebut tidak hanya memenuhi standar keamanan pangan. Tetapi juga menjadi bagian dari sistem jaminan mutu gizi dalam pelaksanaan program MBG. Melalui alat itu, petugas dapat mendeteksi residu pestisida sejak dini sebelum bahan pangan diolah dan disajikan untuk anak sekolah.
“Pemeriksaan sederhana menggunakan rapid test bisa mencegah risiko paparan bahan kimia berbahaya. Ini bentuk perlindungan bagi anak-anak agar asupan bergizi juga aman. Intinya kita berupaya mencegah sayurnya rusak,” jelasnya.
Yuyun menilai, belum optimalnya pengadaan alat uji ini disebabkan oleh keterbatasan anggaran serta minimnya tenaga teknis di lapangan. Namun, ia memastikan DKP3 bersama Dinas Kesehatan dan Disdikbud telah menjajaki solusi bersama. Termasuk peluang kolaborasi dengan pihak swasta dan lembaga pengujian pangan.
“Kami tengah mengkaji skema kerja sama agar fasilitas pengujian bisa tersedia di seluruh SPPG. Kalau tidak bisa diadakan di tiap lokasi, minimal ada laboratorium uji keliling yang bisa mendukung pemeriksaan rutin,” tuturnya lagi.
Yuyun menambahkan, keamanan pangan menjadi faktor kunci dalam menjaga keberlanjutan program MBG. Pemerintah menargetkan setiap penyedia makanan bergizi di Balikpapan dapat memenuhi standar higienitas, gizi dan keamanan bahan pangan sebelum melayani ribuan siswa setiap hari.
“Anak-anak harus mendapatkan jaminan gizi dan keamanan yang seimbang. Ini tanggung jawab kita bersama untuk membentuk generasi yang sehat dan berkualitas,” tutupnya. (man)
