Pemkot Lakukan Perhitungan Neraca Pangan
Balikpapan – Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Balikpapan melakukan perhitungan neraca pangan daerah. Hal itu guna memastikan keseimbangan antara ketersediaan dan kebutuhan pangan masyarakat. Upaya ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah untuk menjaga ketahanan pangan. Sekaligus mengantisipasi potensi krisis bahan pokok dalam kondisi tertentu.
Kepala DKP3 Balikpapan, Sri Wahyuningsih menjelaskan neraca pangan berfungsi sebagai instrumen pemantauan pasokan dan distribusi pangan di wilayah kota minyak. Melalui data tersebut, pemerintah dapat mendeteksi lebih dini potensi kekurangan atau kelebihan pasokan bahan makanan pokok. Seperti beras, telur, sayur, daging dan komoditas penting lainnya.
“Kami menghitung neraca pangan daerah dengan membandingkan jumlah ketersediaan dan kebutuhan masyarakat. Langkah ini penting agar kami dapat merumuskan kebijakan berbasis data dan meminimalkan risiko kekurangan pasokan,” ujarnya, Rabu (12/11).
Yuyun mengatakan, hasil perhitungan neraca pangan juga menjadi acuan utama dalam menyusun strategi antisipasi gejolak harga. Ditambah dengan pengawasan terpadu lintas sektor, pemerintah dapat segera melakukan langkah mitigasi jika terjadi ketidakseimbangan pasokan yang berpotensi memicu inflasi pangan.
“Kami memantau pasar secara rutin untuk melihat pergerakan harga. Kalau ada gejala lonjakan akibat pasokan berkurang, kami segera koordinasikan dengan pihak distributor dan dinas terkait. Ini yang bisa kami lakukan saat ini,” jelasnya.
Meski begitu, lanjut Yuyun, bahwa pemerintah daerah tidak memiliki kewenangan untuk melakukan intervensi langsung terhadap harga di pasar. Namun, pengawasan ketat dan koordinasi antar instansi menjadi kunci untuk menjaga kestabilan ketersediaan pangan di Balikpapan. Agar pergerakan harga tidak sampai memicu kenaikan inflasi kota minyak.
“Kami tidak bisa menetapkan harga, tapi kami berupaya memastikan pasokan aman. Jika pasokan tersedia dengan baik, maka harga juga akan stabil. Sebaliknya saat pasokan kurang otomatis harga naik dan masyarakat tentu kesulitan,” tuturnya lagi.
Yuyun menambahkan, neraca pangan tidak hanya penting untuk kebutuhan konsumsi harian. Namun juga sebagai indikator daya tahan ekonomi daerah terhadap gejolak nasional maupun global. Jika datanya akurat, Balikpapan dapat memperkuat sistem logistik pangan lokal, mengoptimalkan potensi pertanian perkotaan dan memperkuat kerja sama dengan daerah pemasok di Kaltim. (man)
