Pemkot Pastikan Bangun Sekolah Terpadu di 2026
Balikpapan – Pemerintah Kota Balikpapan memastikan rencana pembangunan sekolah terpadu di kawasan Grand City tetap berjalan sesuai jadwal pada 2026. Meski terdapat potensi pemangkasan dana transfer daerah dari pemerintah pusat. Proyek pendidikan strategis ini akan tetap menjadi prioritas untuk menjawab kebutuhan fasilitas belajar di kawasan pengembangan baru kota.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan, Irfan Taufik mengatakan proyek pembangunan sekolah terpadu tidak termasuk dalam program yang terdampak efisiensi anggaran. Pemerintah tetap berkomitmen menyediakan fasilitas pendidikan bagi masyarakat. Khususnya di wilayah Balikpapan Utara yang terus berkembang pesat.
“Kami pastikan proyek sekolah terpadu Grand City tetap berjalan. Meskipun ada isu pemangkasan dana transfer. Program prioritas di sektor pendidikan tidak akan terganggu. Kita akan upayakan itu,” ujarnya, Jumat (30/10).
Irfan menjelaskan, pembangunan sekolah terpadu tersebut akan mencakup tiga jenjang pendidikan. Mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) dalam satu kawasan. Dengan konsep ini, pemerintah ingin menghadirkan sarana pendidikan yang efisien, terintegrasi dan mudah diakses oleh warga sekitar.
“Sekolah terpadu ini akan menjadi model pengembangan pendidikan di kawasan baru. Anak-anak bisa menempuh pendidikan berjenjang di lokasi yang sama dengan fasilitas yang lebih modern,” jelasnya.
Menurut Irfan, proyek tersebut saat ini sudah memasuki tahap penyusunan Detail Engineering Design (DED). Di mana sekolah terpadu masuk dalam daftar program prioritas Disdikbud yang sudah disepakati dalam rencana kerja tahunan. Setelah tahap perencanaan rampung, pembangunan fisik ditargetkan dimulai dan selesai pada tahun 2026.
“Sekarang kami sedang menuntaskan DED-nya bersama tim teknis. Jika tidak ada kendala, pembangunan dimulai tahun 2026 dan rampung di tahun yang sama. Makanya ini yang sedang kita proses akan bisa berjalan sesuai jadwal,” tuturnya.
Irfan menilai, keberadaan sekolah terpadu di Grand City sangat penting karena pertumbuhan permukiman di kawasan tersebut berlangsung cepat. Banyak keluarga muda yang menetap di sana dan membutuhkan akses pendidikan yang dekat dan memadai. Karena itu, meski terjadi penyesuaian pada beberapa pos belanja akibat kondisi fiskal nasional, program pendidikan tetap mendapatkan alokasi anggaran penuh. (ibn)
