Bangun Sekolah Terpadu, Pemkot Siapkan Rp 24 Miliar

Balikpapan – Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) menyiapkan anggaran sekitar Rp 24 miliar untuk proyek pembangunan sekolah terpadu di kawasan Grand City. Proyek ini menjadi upaya strategis pemerintah dalam memenuhi kebutuhan pendidikan di wilayah Balikpapan Utara yang terus berkembang pesat.

Kepala Disdikbud Kota Balikpapan, Irfan Taufik, menyebut saat ini pihaknya masih membahas alokasi anggaran proyek tersebut bersama sejumlah instansi terkait. Setelah pembahasan selesai, pemerintah akan segera melelang proyek agar pelaksanaan fisik bisa dimulai sesuai jadwal.

“Anggarannya sekitar Rp 24 miliar. Kita rencanakan mulai dilelang, tapi masih dalam tahap pembahasan anggaran. Nanti kita mulai saat ada kesepakatan besaran anggaran pembangunan,” ujarnya, Jumat (30/10).

Irfan menjelaskan, pembangunan sekolah terpadu di kawasan Grand City bukan hanya sekadar menambah fasilitas pendidikan. Tetapi juga menjadi solusi atas meningkatnya kebutuhan ruang belajar akibat pertumbuhan penduduk di wilayah utara kota. Modelnya berkonsep terpadu mulai jenjang PAUD, SD hingga SMP.

“Kami melihat kebutuhan pendidikan di Balikpapan Utara terus meningkat seiring dengan pesatnya pembangunan perumahan. Sekolah terpadu ini diharapkan bisa menjadi solusi yang menjawab kebutuhan tersebut,” jelasnya.

Menurut Irfan, proyek senilai puluhan miliar itu akan mencakup pembangunan fasilitas pendidikan lengkap yang menggabungkan beberapa jenjang sekolah dalam satu kawasan. Dengan konsep terpadu, siswa dapat menempuh pendidikan dasar hingga menengah di satu lokasi yang sama.

“Sekolah terpadu ini akan memiliki fasilitas lengkap, mulai dari ruang belajar, laboratorium, hingga sarana olahraga. Konsepnya modern dan efisien, memudahkan akses pendidikan bagi warga,” tuturnya lagi.

Kehadiran sekolah terpadu, lanjut Irfan, juga menjadi bagian dari strategi pemerataan akses pendidikan di seluruh kecamatan. Pemerintah berupaya mengimbangi pertumbuhan kota dengan penyediaan fasilitas pendidikan yang layak dan merata. Disdikbud juga terus berkoordinasi dengan pengembang kawasan Grand City serta perangkat daerah lainnya agar proyek berjalan tanpa hambatan.

“Pemerataan pendidikan menjadi prioritas kami. Pembangunan tidak boleh hanya terkonsentrasi di pusat kota, tapi harus menjangkau seluruh wilayah. Kami berharap dukungan semua pihak, termasuk masyarakat dan pengembang, agar sekolah ini bisa segera terwujud dan dimanfaatkan oleh warga,” pungkasnya. (ibn)