Pemkot Kaji Ruang Iklan di Armada BCT
Balikpapan – Pemerintah Kota Balikpapan terus berinovasi dalam menjaga keberlanjutan layanan transportasi publik. Salah satu langkah strategis yang kini mulai digagas adalah pemanfaatan ruang iklan di armada dan halte Balikpapan City Trans (BCT). Hal itu bisa menjadi sumber pendapatan tambahan bagi operasional bus kota tersebut.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Balikpapan, Muhammad Fadli Paturahman menjelaskan langkah ini merupakan strategi realistis untuk memastikan keberlangsungan operasional BCT. Di mana pemerintah tidak harus menaikkan tarif yang bisa membebani masyarakat sebagai konsumen. Bahkan membuka peluang investasi swasta di sektor transportasi publik.
“Kami melihat ruang iklan di armada dan halte BCT sebagai potensi yang bisa dikelola secara profesional. Pendapatan dari sektor ini tentunya akan membantu biaya operasional transportasi publik,” ujarnya, Jumat (07/11).
Fadli menyebut, pendekatan kreatif ini dapat menjadi solusi pembiayaan jangka panjang di tengah keterbatasan anggaran daerah. Selain menekan biaya subsidi, kebijakan ini juga dapat meningkatkan nilai estetika armada dan halte melalui desain iklan yang tertata rapi. Dampaknya tentu menambah daya tarik bagi masyarakat untuk menggunakan transportasi umum.
“Strategi ini tidak hanya soal pendapatan, tapi juga bagian dari upaya meningkatkan animo masyarakat. Adanya tampilan yang lebih menarik dan modern, BCT bisa semakin dekat dengan warga. Itu jelas menjadi nilai tambah,” jelasnya.
Dishub Balikpapan, menurut Fadli, akan menggandeng pihak swasta melalui mekanisme kerja sama pengelolaan iklan secara transparan. Ia memastikan seluruh proses berjalan sesuai aturan dan memberi manfaat langsung bagi peningkatan kualitas layanan publik. Terutama menekan biaya operasional BCT tanpa membebani masyarakat.
“Kami membuka peluang bagi investor dan pelaku usaha untuk beriklan di armada dan halte BCT. Semua akan melalui mekanisme yang jelas dan terbuka. Hasilnya akan kembali untuk mendukung biaya operasional dan perawatan bus,” tuturnya lagi.
Fadli berharap, kebijakan ini mampu mendorong keterlibatan sektor swasta dalam pembangunan transportasi publik di Balikpapan. Dirinya menilai kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha merupakan kunci untuk menjaga keberlanjutan layanan transportasi massal di kota yang tengah berkembang pesat ini. (man)
