Pemkot Ajak Swasta Revitalisasi Halte
Balikpapan – Pemerintah Kota Balikpapan terus berinovasi menjaga kualitas layanan publik meski menghadapi rencana efisiensi anggaran pada 2026. Salah satu langkah strategis yang kini ditempuh adalah memperkuat kerja sama dengan pihak swasta dalam program revitalisasi halte-halte kota. Yakni melalui skema tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Balikpapan, Muhammad Fadli Paturahman menjelaskan kerja sama ini menjadi solusi konkret untuk memastikan layanan transportasi publik tetap berjalan. Di mana Pemkot Balikpapan menggandeng pihak swasta melalui program CSR untuk merevitalisasi halte-halte kota.
“Kami memahami kondisi fiskal yang menuntut efisiensi. Karena itu, kami memilih memperluas kerja sama dengan dunia usaha melalui program CSR untuk memperbarui halte-halte yang sudah tidak layak,” ujarnya, Jumat (07/11).
Menurut Fadli, beberapa perusahaan telah menyatakan komitmennya untuk mendukung program ini. Di antaranya perusahaan transportasi digital Gojek dan sejumlah lembaga perbankan nasional. Mereka berkontribusi dalam penyediaan halte modern yang lebih nyaman, aman dan ramah pengguna.
“Beberapa halte yang sudah direvitalisasi menjadi lebih representatif. Fasilitasnya kini lebih tertata, dengan pencahayaan memadai dan area tunggu yang nyaman. Semua berkat dukungan sektor swasta,” jelasnya.
Dishub Balikpapan, lanjut Fadli, menargetkan seluruh halte di jalur utama Balikpapan City Trans (BCT) dapat direvitalisasi secara bertahap hingga 2026. Program ini tidak hanya memperbaiki infrastruktur fisik. Tetapi juga memperkuat citra kota sebagai daerah dengan sistem transportasi publik modern dan inklusif.
“Kami ingin masyarakat merasakan langsung manfaatnya. Transportasi publik yang baik harus didukung halte yang nyaman dan aman. Intinya memang tanpa menambah beban keuangan daerah. Karena kondisi lagi efisiensi,” tuturnya lagi.
Fadli menambahkan, sinergi dengan dunia usaha tidak hanya menjadi solusi sementara tapi juga membuka ruang kolaborasi berkelanjutan dalam pengembangan transportasi perkotaan. Dishub akan terus mendorong partisipasi korporasi dalam berbagai proyek publik lainnya. Langkah ini menjadi solusi efisiensi anggaran tahun 2026 sekaligus meningkatkan kualitas transportasi publik bagi masyarakat.
“Kerja sama ini bukan sekadar tanggung jawab sosial, tetapi bentuk kepedulian bersama membangun Balikpapan. Dunia usaha punya peran penting menjaga keberlanjutan layanan publik,” tambahnya. (man)
