Wawali Ajak Ritel Pangan Jadi investor
Balikpapan – Pemerintah Kota Balikpapan terus memperkuat strategi ketahanan pangan daerah dengan melibatkan sektor swasta dalam proses produksi. Pemkot mendorong pelaku usaha agar tidak hanya bergerak di bidang perdagangan ritel tapi juga mengambil peran langsung dalam produksi bahan pangan lokal.
Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo mengatakan penguatan sektor pangan tidak bisa hanya bertumpu pada program pemerintah. Dunia usaha juga memiliki peran penting dalam membangun rantai pasok yang mandiri dan berkelanjutan. Di mana pelaku usaha tidak cukup hanya fokus berdagang. Harusnya mereka ikut berproduksi agar rantai pasok pangan lebih kuat dan mandiri.
“Pelaku usaha jangan hanya menjadi pedagang. Kita ingin mereka ikut berproduksi, berinvestasi di sektor pertanian, peternakan dan perikanan. Ini bisa untuk jangka panjang agar kemandirian pangan benar-benar tercapai,” ujarnya, Kamis (06/11).
Bagus menjelaskan, Balikpapan hingga kini masih menghadapi defisit pasokan pada sejumlah komoditas pangan. Kondisi tersebut disebabkan keterbatasan lahan pertanian dan ketergantungan pada pasokan dari daerah lain seperti Penajam Paser Utara (PPU) dan Paser. Karena itu, pemerintah berupaya memperluas basis produksi dengan melibatkan pihak swasta.
“Kalau sektor produksi hanya ditopang pemerintah dan kelompok tani, tentu skalanya terbatas. Tapi kalau pelaku usaha ikut turun tangan, kapasitas produksi bisa meningkat signifikan. Tinggal mereka mau atau tidak berinvestasi,” jelasnya.
Menurut Bagus, potensi investasi di bidang pangan cukup besar. Pemerintah membuka peluang bagi pelaku usaha untuk mengembangkan usaha di berbagai sektor. Seperti budidaya sayuran, peternakan ayam petelur dan pengolahan bahan pangan lokal. Selain meningkatkan produksi, langkah ini juga dapat menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat.
“Kami ingin ada simbiosis antara petani dan pelaku usaha. Petani bisa fokus pada produksi, sementara pengusaha mengelola distribusi dan pengolahan hasil panen agar memiliki nilai tambah. Jadi kita berkembang dan maju sama-sama,” tuturnya.
Bagus menambahkan, keberhasilan ketahanan pangan tidak hanya diukur dari ketersediaan bahan pokok. Namun juga dari kemampuan daerah mengendalikan rantai pasok dan harga. Otomatis perlu keterlibatan dunia usaha agar mampu menjaga stabilitas pasokan dan mencegah gejolak harga di pasaran. (man)
