Pemkot Perkuat Kerja Sama Pasokan Pangan

Balikpapan – Pemerintah Kota Balikpapan kini tengah memperkuat kerja sama lintas daerah untuk mengatasi defisit pasokan 11 komoditas kebutuhan pokok yang masih terjadi di kota minyak tersebut. Dengan jumlah penduduk mencapai sekitar 764 ribu jiwa, peningkatan kebutuhan pangan berlangsung cepat seiring laju urbanisasi dan perpindahan penduduk dari wilayah sekitar.

Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo mengatakan pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri dalam menjaga stabilitas pangan. Ia menyebut Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dan Kabupaten Paser memiliki peran strategis sebagai mitra utama dalam memperkuat rantai pasok kebutuhan pokok masyarakat kota minyak.

“PPU memiliki potensi besar sebagai pemasok beras, sementara Paser mampu memenuhi kebutuhan beras, telur, dan daging ayam. Kolaborasi ini penting untuk menutup kekurangan pasokan yang masih kami alami,” ujarnya, Kamis (06/11).

Bagus menilai, tantangan utama yang dihadapi saat ini bukan hanya keterbatasan produksi pangan di Balikpapan. Tetapi juga ketergantungan pada pasokan dari luar daerah. Kondisi geografis kota yang minim lahan pertanian produktif membuat sebagian besar bahan pokok harus didatangkan dari wilayah lain di Kalimantan Timur maupun Kalimantan Selatan.

“Kita terus membangun komunikasi aktif dengan pemerintah kabupaten sekitar agar distribusi pangan berjalan lancar. Koordinasi ini juga memastikan tidak ada hambatan dari sisi transportasi maupun administrasi,” jelasnya.

Menurut Bagus, pemerintah kota telah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan. Salah satunya dengan membangun sistem rantai pasok pangan terintegrasi yang melibatkan pelaku usaha, petani dan distributor dari berbagai daerah pemasok. Karena kolaborasi menjadi strategi utama menjaga ketahanan pangan di tengah peningkatan kebutuhan pokok masyarakat.

“Kami ingin menciptakan sistem pasokan yang efisien dan saling menguntungkan. Dengan begitu, harga pangan tetap stabil, distribusi lebih cepat, dan masyarakat mendapatkan jaminan ketersediaan bahan pokok,” tuturnya lagi.

Bagus berharap, kerja sama antar daerah yang semakin solid dapat menjaga stabilitas pangan Balikpapan dalam jangka panjang. “Kolaborasi adalah kunci. Maka kami perlu sinergi antar wilayah. Kita tidak bisa hanya menjaga pasokan pangan tetap aman. Harus juga memperkuat ekonomi daerah secara bersama-sama,” tambahnya. (man)