Disdag Pastikan Pasokan Beras Aman

Balikpapan – Pemerintah Kota Balikpapan bekerja sama dengan Bulog Kaltim-Kaltara memastikan pasokan beras tetap stabil. Di mana pihak Bulog terus menyalurkan beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) ke sejumlah pasar untuk menekan potensi kenaikan harga. Di sisi lain, pemerintah juga memperkuat pengawasan harga untuk menjaga keadilan dalam perdagangan pangan.

Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo mengatakan saat ini ketersediaan beras di pasaran dalam kondisi aman dan stabil. Pihak Bulog juga siap sedia memperkuat distribusi beras jenis SPHP ke sejumlah pasar tradisional dan ritel modern. Hal itu guna menekan potensi kenaikan harga di tingkat pedagang.

“Bulog sudah rutin menyalurkan beras SPHP. Ini jadi upaya konkret pemerintah menjaga keseimbangan stok dan keterjangkauan harga. Kami juga cek distribusi beras SPHP terus berjalan lancar dan sesuai dengan harga ketentuan,” ujarnya, Selasa (28/10).

Kondisi ini, lanjut Bagus, jelas membantu menjaga stabilitas harga di pasaran kota minyak. Apalagi pasokan beras SPHP dari Bulog masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Otomatis harga jual di tingkat pengecer juga masih mengikuti aturan pemerintah. Maka pihak pemerintah meminta masyarakat tidak perlu khawatir akan kelangkaan atau lonjakan harga menjelang akhir tahun.

“Stok beras di Balikpapan dalam kondisi aman. Kami berkoordinasi dengan Bulog untuk memastikan distribusi berjalan tanpa hambatan. Hingga saat ini, tidak ada laporan kekurangan pasokan di pasaran,” jelasnya.

Selain menjamin pasokan, menurut Bagus, pihaknya juga memperketat pengawasan harga beras di seluruh wilayah kota. Pengawasan ini bukan hanya bertujuan menindak pelanggaran tapi juga memastikan praktik perdagangan berjalan adil dan transparan. Agar tidak ada kerugian dari semua pihak. Baik dari pedagang, distributor maupun pembeli.

“Pengawasan harga beras tidak semata untuk menindak pedagang. Kami ingin memastikan semua pihak berperan menjaga stabilitas harga. Tujuan utama kami adalah menciptakan perdagangan yang adil dan menguntungkan bagi semua,” tuturnya.

Bagus menyebutkan, tim pengawasan Disdag secara rutin turun ke lapangan untuk memantau perkembangan harga, kualitas dan distribusi beras. Mereka juga bekerja sama dengan Satgas Pangan dan Dinas Ketahanan Pangan untuk mencegah praktik penimbunan atau penjualan di atas harga eceran tertinggi (HET). (ibn)