Disdikbud Temukan Kejenuhan Menu MBG
Balikpapan – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan terus menyempurnakan pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) agar lebih menarik dan efektif bagi peserta didik. Salah satu langkah yang kini dilakukan adalah memperbanyak variasi menu harian untuk menghindari kejenuhan siswa yang muncul akibat menu makanan yang berulang.
Kepala Disdikbud Balikpapan, Irfan Taufik mengatakan ada temuan siswa mulai merasa bosan dengan menu yang sama dalam waktu tertentu. Kondisi ini memang wajar terjadi karena anak-anak membutuhkan variasi rasa dan tampilan makanan. Agar tetap bersemangat menyantap hidangan bergizi yang disediakan.
“Kami menerima laporan dari sekolah tentang adanya siswa tampak jenuh dengan menu yang sering berulang. Karena itu, kami menambah variasi lauk dan menyertakan buah segar agar anak-anak lebih antusias,” ujarnya, Selasa (11/11).
Irfan menjelaskan, Disdikbud bersama Satuan Penyedia Porsi Gizi (SPPG) kini merancang sistem rotasi menu setiap pekan. Setiap sekolah akan menerima daftar menu berbeda agar tidak monoton. Upaya ini juga menyesuaikan kebutuhan gizi berdasarkan usia dan aktivitas belajar siswa di tiap jenjang pendidikan.
“Anak-anak membutuhkan asupan gizi seimbang. Jadi selain memperhatikan rasa, kami juga memastikan kandungan nutrisinya tepat, termasuk protein, sayur dan buah. Memang kalau menu sama terus pasti ada rasa jenuh juga,” jelasnya.
Selain menambah variasi menu, lanjut Irfan, pihaknya juga memperkuat sistem pengawasan kebersihan dan kedisiplinan di sekolah melalui penerapan SOP piket siswa. Setiap kelas memiliki jadwal piket harian untuk mengatur kebersihan ruang makan dan memastikan alat makan kembali dalam kondisi baik setelah digunakan.
“Kami melalui sekolah menerapkan sistem piket siswa sebagai bentuk edukasi tanggung jawab. Hasilnya cukup baik, karena alat makan lebih terjaga dan lingkungan sekolah tetap rapi. Itu bagus juga untuk mendisiplinkan siswa,” tuturnya.
Langkah tersebut, tambah Irfan, terbukti efektif mencegah kehilangan alat makan yang sebelumnya sempat menjadi kendala teknis di beberapa sekolah. Dengan adanya SOP ini, siswa lebih sadar pentingnya menjaga kebersihan dan menghormati fasilitas yang disediakan oleh pemerintah. (man)
