Balikpapan Usulkan Penguatan Operasional MBG

Balikpapan – Pemerintah Kota Balikpapan terus mendorong inovasi operasional program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Hal itu bertujuan agar pelaksanaannya semakin efektif, higienis dan berkelanjutan. Sejumlah langkah strategis pun diusulkan. Mulai dari penyediaan tempat penyimpanan ompreng di sekolah, pelatihan bagi ribuan petugas kantin, hingga pengembangan aplikasi nasional terintegrasi.

Sekretaris Daerah Pemkot Balikpapan, Muhaimin mengatakan tiga langkah tersebut bertujuan memperkuat tata kelola program MBG yang kini sudah berjalan di kota minyak. Ia menilai, upaya ini penting agar distribusi makanan bergizi berjalan tertib, aman dan sesuai standar. Karenanya pemerintah perlu terus menyempurnakan prosesnya di lapangan.

“Kami ingin pelaksanaan MBG di Balikpapan tidak hanya sekadar berjalan. Tapi juga berkembang dengan sistem yang kuat dan terukur. Karena itu, inovasi pelaksanaan operasional di lapangan terus kami dorong,” ujarnya, Selasa (11/11).

Muhaimin menjelaskan, pembuatan tempat penyimpanan ompreng di sekolah menjadi prioritas pertama. Fasilitas ini diperlukan agar wadah makan siswa tetap bersih dan tertata rapi. Sekaligus mengurangi risiko kehilangan atau kerusakan peralatan. Langkah sederhana ini dapat memperbaiki disiplin dan efisiensi pelaksanaan program.

“Selama ini beberapa sekolah menghadapi kendala teknis seperti ompreng tertukar atau hilang. Maka kami pikir perlu tempat penyimpanan khusus. Jadi semua bisa lebih teratur ke depannya,” jelasnya.

Langkah kedua, lanjut Muhaimin, pemerintah juga tengah menyiapkan program pemberdayaan 2.008 petugas kantin melalui pelatihan manajemen dapur sehat dan pengolahan makanan bergizi. Ia mengakui, petugas kantin memegang peran kunci dalam menjaga kualitas makanan yang dikonsumsi siswa setiap hari.

“Mereka berada di garis depan pelayanan gizi. Karena itu, pelatihan ini tidak hanya membahas teknik memasak. Tapi juga manajemen waktu, sanitasi dan pengetahuan gizi seimbang,” katanya.

Tak kalah penting, menurut Muhaimin, pihaknya mendukung pengembangan aplikasi nasional terintegrasi oleh Badan Gizi Nasional. Aplikasi itu yang akan memantau pelaksanaan program MBG secara digital. Melalui sistem ini, data distribusi, menu, serta tingkat konsumsi siswa dapat dipantau langsung secara realtime oleh pemerintah pusat dan daerah.

“Kami berharap dengan sistem digital ini, proses monitoring lebih cepat dan transparan. Data yang akurat akan membantu kami memperbaiki kebijakan di lapangan,” tambahnya. (man)