Pemkot Siapkan Satgas Percepatan MBG
Balikpapan – Pemerintah Kota Balikpapan memperkuat pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) dengan membentuk Satuan Tugas (Satgas). Hal ini untuk memastikan operasional MBG mulai dari tingkat kota hingga satuan pendidikan. Termasuk memastikan distribusi makanan bergizi tepat sasaran dan terpantau.
Sekretaris Daerah Pemerintah Kota Balikpapan, Muhaimin menjelaskan, pembentukan Satgas MBG menjadi langkah strategis dalam mempercepat pelaksanaan program nasional tersebut di tingkat lokal. Setiap pihak yang terlibat harus memahami peran dan tanggung jawab masing-masing. Mulai dari pengawasan, pendistribusian hingga pelaporan pelaksanaan di lapangan.
“Kami ingin memastikan pelaksanaan Program MBG di Balikpapan berjalan lancar. Karena itu, Satgas kami bentuk secara berjenjang. Kita ingin mempermudah koordinasi dan pengawasan berjalan lebih terarah,” ujarnya, Selasa (11/11).
Satgas MBG, lanjut Muhaimin, akan berfungsi sebagai motor penggerak dan pengawas utama di lapangan. Di tingkat kota, Disdikbud akan berperan mengoordinasikan kebijakan. Sedangkan di tingkat sekolah, kepala satuan pendidikan akan memastikan proses distribusi dan konsumsi makanan berjalan sesuai ketentuan.
“Kita sudah susun struktur yang rapi. Kami ingin setiap sekolah memahami tugasnya. Mulai dari penerimaan bahan makanan, pemeriksaan kualitas, hingga pencatatan penerima manfaat. Intinya memastikan program berjalan efektif,” jelasnya.
Menurut Muhaimin, Disdikbud juga telah memetakan 520 satuan pendidikan dari jenjang PAUD hingga SMA. Selain itu, data dari 521 sekolah telah dihimpun sebagai acuan dalam menentukan titik layanan Satuan Penyedia Porsi Gizi (SPPG). Yakni lembaga penyedia makanan yang akan menyalurkan menu bergizi kepada peserta didik.
“SPPG menjadi mitra penting dalam rantai distribusi gizi. Karena itu, kami pastikan titik layanannya sesuai kebutuhan dan jarak sekolah agar distribusi tidak terhambat. Kalau ada hambatan berarti harus ada evaluasi secara menyeluruh,” tuturnya lagi.
Muhaiminn menyebut, keberhasilan program MBG bergantung pada koordinasi lintas sektor antara pemerintah, sekolah dan penyedia layanan. Ia menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam setiap proses agar program benar-benar memberikan manfaat nyata bagi siswa. Sehingga program nasional ini bisa berjalan maksimal.
“Kami mendorong semua pihak menjaga integritas pelaksanaan. Setiap anak berhak mendapat makanan yang bergizi, higienis dan tepat waktu. Satgas harus hadir memastikan semua anak menerima gizi terbaik,” tambahnya. (man)
