BPBD Balikpapan Perluas Pemasangan Plang Peringatan di Titik Rawan

Balikpapan – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan terus berupaya untuk mengurangi angka kecelakaan tenggelam dengan memperluas pemasangan plang peringatan di berbagai titik rawan perairan. Kepala BPBD Balikpapan, Usman Ali, mengatakan bahwa tingginya kasus tenggelam dalam dua bulan terakhir, yang mayoritas melibatkan anak-anak, mengharuskan pemasangan plang sebagai langkah preventif yang lebih masif.

Sejak Oktober hingga November 2025, lebih dari sepuluh kejadian tenggelam tercatat, sebagian besar korban adalah anak-anak yang sedang bermain di area perairan tanpa pengawasan. Melihat situasi ini, BPBD menilai pentingnya adanya plang peringatan yang jelas dan mudah dikenali masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. “Kami telah memasang beberapa plang peringatan di sejumlah titik rawan, namun jumlahnya masih sangat terbatas. Saat ini, ada sekitar enam titik yang sudah terpasang plang,” ujar Usman, Selasa(19/11/2025).

Namun, meskipun sudah ada sejumlah plang, BPBD mengakui bahwa beberapa titik rawan seperti waduk, saluran air, dan sungai masih belum memiliki tanda peringatan yang memadai. Salah satu contoh adalah sebuah waduk yang sering digunakan oleh warga untuk memancing. Meskipun ada tulisan larangan di sekitar lokasi tersebut, BPBD belum dapat memasang plang peringatan resmi karena status kepemilikan lahan yang belum jelas. “Kami tidak tahu siapa yang memiliki lahan waduk ini. Dulu tempat ini sering digunakan untuk memancing, tetapi kami belum bisa memasang plang resmi karena masalah kepemilikan,” jelas Usman.

Waduk tersebut, yang merupakan saluran alam dari aliran air Kilang Delapan menuju kawasan Grand City, terus menjadi perhatian BPBD karena tingginya potensi bahaya. Usman menegaskan bahwa pemasangan plang tidak hanya berfungsi sebagai pemberi peringatan, tetapi juga sebagai upaya untuk mencegah terjadinya kecelakaan. “Plang peringatan ini sangat penting untuk mengurangi aktivitas berisiko, seperti berenang, memancing, atau melintas di tempat-tempat yang berbahaya,” tambahnya.

BPBD berharap, ke depannya, dapat bekerja sama dengan kelurahan, pengelola lahan, dan masyarakat untuk meningkatkan pemasangan plang peringatan di seluruh titik rawan perairan di Balikpapan. Usman juga mengajak masyarakat untuk lebih berhati-hati dan saling menjaga keselamatan, terutama di area yang memiliki potensi bahaya. “Mari kita semua berperan dalam menjaga keselamatan. Pemasangan plang peringatan ini adalah salah satu langkah penting untuk mencegah kecelakaan dan melindungi nyawa,” tutupnya. (man)