DP3AKB Permudah Layanan Pengaduan 24 Jam
Balikpapan – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Balikpapan memperkuat sistem pengaduan 24 jam. Hal itu untuk mempermudah masyarakat melaporkan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Pemerintah kota mengaktifkan hotline khusus dan aplikasi Sistem Informasi Terpadu Perlindungan Anak (SITOPAN) sebagai upaya meningkatkan akses layanan berbasis kerahasiaan dan kecepatan respon.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala DP3AKB Balikpapan, Nursyamsiarni D. Larose mengatakan peningkatan layanan ini menjadi bentuk komitmen pemerintah dalam memastikan keselamatan dan pemulihan korban. Ia meminta masyarakat tidak perlu ragu melapor karena identitas pelapor dijamin aman.
“Kami menjamin kerahasiaan identitas pelapor. Masyarakat bisa menghubungi hotline 24 jam atau menggunakan aplikasi SITOPAN kapan saja jika melihat atau mengalami kekerasan. Setiap laporan kami tindak lanjuti secara cepat,” ujarnya, Rabu (19/11).
Nursyamsiarni menjelaskan DP3AKB terus memperluas jangkauan layanan dengan menempatkan petugas yang siaga sepanjang hari. Tim ini bertugas menerima laporan, melakukan asesmen awal, dan berkoordinasi dengan Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) hingga ke tingkat RT dan kelurahan.
“Kami ingin memastikan setiap korban mendapatkan perlindungan segera. Semakin cepat laporan masuk, semakin cepat pula kami memberikan pendampingan psikologis, hukum hingga rujukan medis jika diperlukan,” jelasnya.
Keberadaan aplikasi SITOPAN, lanjut Nursyamsiarni, ikut mempermudah proses pelaporan bagi masyarakat yang enggan datang langsung ke kantor DP3AKB. Melalui aplikasi tersebut, pelapor dapat mengirimkan bukti, lokasi kejadian serta kronologi dengan cepat dan aman. DP3AKB juga menempatkan prinsip kerahasiaan sebagai fondasi utama dalam layanan pengaduan.
“Kami ingin masyarakat merasa aman saat melapor. Keselamatan korban dan pelapor menjadi prioritas kami. Tanpa kepercayaan publik, layanan perlindungan tidak akan berjalan optimal,” tuturnya lagi.
Nursyamsiarni menambahkan banyak kasus tidak terungkap karena korban atau saksi takut identitas mereka bocor. Maka dalam upaya mencegah kekerasan, DP3AKB juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar. Ia menilai kolaborasi pemerintah dan masyarakat menjadi kunci terciptanya kota yang aman bagi anak dan perempuan.
“Dengan komitmen kuat pemerintah kota serta keterlibatan aktif masyarakat, kami berharap anak-anak di Balikpapan dapat tumbuh dan berkembang di lingkungan yang sehat, aman, serta bebas dari segala bentuk kekerasan,” tambahnya. (man)
