Disdikbud Siapkan Dua Pola Perekrutan Guru

Balikpapan – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan menyiapkan dua pola baru perekrutan tenaga pengajar. Hal itu sebagai terobosan untuk memperluas kesempatan kerja bagi lulusan pendidikan keguruan. Dua pola tersebut adalah Penugasan Jabatan Luar Biasa (PJLB) dan Kompetisi Kompetensi Individu (KKI).

Kepala Disdikbud Balikpapan, Irfan Taufiq mengatakan dua mekanisme baru tersebut menjadi langkah strategis Disdikbud Balikpapan dalam memperluas kesempatan kerja. Di mana langkah ini merupakan upaya nyata daerah dalam menutupi kekurangan guru. Sekaligus membuka ruang bagi tenaga pendidik muda untuk berkontribusi di sekolah negeri.

“Kami ingin memberikan kesempatan yang lebih luas kepada para lulusan pendidikan keguruan agar bisa mengabdikan diri di sekolah negeri. Dua pola ini menjadi pintu baru bagi mereka untuk berkarier dan mengembangkan kemampuan di bidang pendidikan,” ujarnya, Selasa (04/11).

Irfan menjelaskan, sistem PJLB akan memberikan peluang bagi guru honorer atau guru non-ASN untuk mendapat penugasan khusus. Yaitu pada di sekolah-sekolah yang membutuhkan tenaga pengajar tambahan. Terutama di wilayah dengan kekurangan guru. Sementara itu, pola KKI akan menilai kemampuan individu calon guru melalui mekanisme kompetisi terbuka berbasis kompetensi dan kinerja.

“PJLB lebih menekankan pada penugasan sesuai kebutuhan sekolah, sementara KKI membuka ruang bagi calon guru baru yang ingin menunjukkan kemampuan dan profesionalismenya. Keduanya sama-sama transparan dan berorientasi pada kualitas,” jelasnya.

Menurut Irfan, dua sistem ini bukan hanya untuk menambah jumlah tenaga pengajar. Tetapi juga untuk mendorong peningkatan mutu pendidikan di Balikpapan. Ia menilai, tantangan dunia pendidikan saat ini tidak cukup diatasi dengan jumlah guru yang banyak. Melainkan guru yang kompeten dan berorientasi pada hasil belajar siswa.

“Kami tidak hanya mencari jumlah tapi kualitas. Karena guru menjadi kunci utama keberhasilan proses belajar-mengajar. Melalui sistem ini, kami ingin memastikan tenaga pengajar yang terlibat memang siap menghadapi tantangan pendidikan modern,” tuturnya.

Balikpapan, tambah Irfan, menjadi salah satu daerah yang mulai mengadopsi pola ini setelah sebelumnya Jakarta dan Makassar lebih dulu menerapkannya dengan hasil positif. Pemerintah daerah menilai langkah tersebut relevan dengan kebutuhan pendidikan di kota minyak yang terus berkembang. (man)