Pemkot Perkuat Edukasi Gas Metana
Balikpapan – Upaya pemerintah dalam memperkuat mitigasi bencana di kawasan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Manggar terus meningkat. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan bersama Pertamina Hulu Mahakam (PHM) dan BPBD Kota Balikpapan menggelar sosialisasi pengelolaan gas metana serta penanggulangan kebakaran pada 7-8 November 2025. Kegiatan ini menyasar warga pengguna gas metana serta tim operasional TPA.
Langkah ini muncul karena penggunaan gas metana hasil pemanfaatan sampah semakin meluas di sejumlah RT di Kelurahan Manggar. Kondisi itu menuntut peningkatan pengetahuan masyarakat untuk mengelola sumber energi ramah lingkungan tersebut secara aman.
Kepala DLH Kota Balikpapan, Sudirman Djayaleksana menilai keterlibatan masyarakat sangat penting dalam setiap proses pengelolaan gas metana. Ia mengatakan sosialisasi berlangsung selama dua hari dengan melibatkan warga di 4 RT. Yakni RT 36, RT 61, RT 95 dan RT 97 yang selama ini menggunakan gas metana sebagai energi alternatif di rumah. Tim TPA Manggar juga ikut serta untuk meningkatkan kesiapan internal.
“Kami memperkuat edukasi agar warga memahami risiko dan tata kelola gas metana dengan benar. Keselamatan menjadi prioritas utama. Makanya perlu pendampingan masyarakat agar pemanfaatan gas metana juga memenuhi standar keselamatan,” ujarnya, Rabu (05/11).
Sudirman menjelaskan warga mendapatkan pengetahuan dari instruktur BPBD mengenai simulasi penanganan dini kebakaran, penggunaan APAR dan langkah evakuasi. Sementara tim dari PHM menjelaskan proses produksi gas metana, potensi risiko bocor serta cara memastikan instalasi tetap aman.
“Kami ingin masyarakat tangguh menghadapi situasi darurat. Pemahaman yang tepat akan menekan potensi insiden. Sinergi dan kedekatan dengan warga menjadi kunci mewujudkan lingkungan aman dan berkelanjutan,” jelasnya.
Menurut Sudirman wilayah sekitar TPA memiliki kerawanan tinggi bila instalasi tidak terpantau. Kondisi itu membuat Pemkot Balikpapan memperkuat komitmennya dalam menciptakan lingkungan aman di sekitar TPA. Sekaligus memperluas pemanfaatan energi ramah lingkungan bagi masyarakat.
Selain menghadirkan pelatihan teknis, tambahnya, kegiatan ini juga menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan pengelolaan sampah. Pemerintah berupaya menjadikan TPA Manggar bukan hanya lokasi pembuangan akhir tapi pusat energi alternatif berbasis ekonomi sirkular.
“Kami harap kegiatan edukasi ini mendapat respons positif dari para peserta. Warga harus lebih memahami cara mengelola gas metana dan lebih siap menghadapi situasi kedaruratan,” tambahnya. (man)
