Pemkot Balikpapan Tetapkan 2027 sebagai Momentum Percepatan Pembangunan Daerah
Balikpapan – Pemerintah Kota Balikpapan menetapkan tahun 2027 sebagai momentum strategis untuk percepatan pembangunan daerah. Kebijakan tersebut disampaikan Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kota Balikpapan yang digelar di Balai Kota, Kamis (2/2/2026).Rahmad menegaskan, tahun 2027 memiliki posisi penting sebagai tahun kedua pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029. Setelah pada tahun 2026 difokuskan pada optimalisasi pemanfaatan hasil pembangunan, pada 2027 pemerintah kota akan mendorong akselerasi di berbagai sektor.“Tahun 2027 menjadi momentum untuk melakukan percepatan pembangunan yang lebih terarah dan berdampak,” ujarnya, Kamis (02/4/2026).Tema pembangunan yang diusung dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027 adalah peningkatan kota yang nyaman untuk semua, berbasis sumber daya manusia (SDM) berkarakter, ekonomi bernilai tambah, infrastruktur tangguh, serta tata kelola pemerintahan yang inovatif.Menurut Rahmad, tema tersebut merupakan wujud komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus memperkuat posisi strategis Balikpapan sebagai mitra utama Ibu Kota Nusantara (IKN).Ia menekankan bahwa perencanaan pembangunan harus berorientasi pada solusi nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama di tengah tantangan stabilitas ekonomi dan keterbatasan fiskal daerah.“Fokus pembangunan tidak lagi pada kuantitas program, melainkan pada kualitas dampak yang dirasakan masyarakat,” tegasnya.Dalam arah kebijakan pembangunan tahun 2027, Pemerintah Kota Balikpapan menetapkan sembilan program prioritas. Program tersebut antara lain meliputi transformasi birokrasi melalui digitalisasi layanan publik, peningkatan layanan dasar seperti kesehatan dan pendidikan, percepatan penanganan stunting, pengendalian banjir secara terintegrasi, serta penguatan ketersediaan air bersih.Sementara itu, Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, menyoroti pentingnya penanganan dua isu utama di Balikpapan, yakni penyediaan air minum dan pengendalian banjir. Kedua persoalan tersebut dinilai memerlukan perhatian serius dan dukungan lintas pemerintah.“Permasalahan air minum dan banjir harus menjadi prioritas bersama. Ini akan kita dorong agar mendapat dukungan di tingkat provinsi,” ujarnya.Selain itu, ia juga menekankan pentingnya percepatan penanganan stunting melalui pemenuhan standar pelayanan minimum, khususnya bagi balita, dengan memperkuat sinergi antara pemerintah kota dan provinsi.Melalui pelaksanaan Musrenbang ini, diharapkan perencanaan pembangunan Kota Balikpapan ke depan semakin terarah, terukur, dan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Hal ini sejalan dengan visi pembangunan daerah menuju kota global dalam bingkai Madinatul Iman. (ADV Diskominfo Balikpapan)
