Dinkes Balikpapan Minta Warga Waspada,  DBD Capai 326 Kasus

Balikpapan — Pemerintah Kota Balikpapan mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) yang masih terjadi di berbagai wilayah kota. Hingga pekan ke-9 tahun 2026, tercatat sebanyak 326 kasus DBD ditemukan di Balikpapan.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan Alwiati, mengatakan meskipun jumlah kasus tergolong cukup tinggi, hingga saat ini belum terdapat laporan kematian akibat penyakit tersebut.
“Kasus DBD sampai minggu ke-9 tahun 2026 tercatat sebanyak 326 kasus dan tersebar hampir di seluruh kelurahan di Kota Balikpapan. Namun sejauh ini tidak ada laporan kematian,” ujar Alwiati, Kamis (12/3/2026).
Ia menjelaskan, angka insiden rate (IR) DBD di Balikpapan saat ini berada di kisaran 47,19 per 100 ribu penduduk. Angka tersebut dihitung berdasarkan jumlah penduduk di masing-masing wilayah.
Menurutnya, wilayah dengan jumlah kasus terbanyak masih didominasi kawasan dengan kepadatan penduduk tinggi, seperti Balikpapan Selatan dan Balikpapan Utara. Kepadatan permukiman dinilai menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi penyebaran penyakit yang ditularkan melalui nyamuk Aedes aegypti tersebut.
“Kasus paling banyak masih ditemukan di wilayah yang padat penduduk, seperti Balikpapan Selatan dan Balikpapan Utara,” jelasnya.
Sebagai upaya menekan penyebaran penyakit, Dinas Kesehatan Kota Balikpapan juga telah melaksanakan program vaksinasi DBD bagi anak-anak sekolah. Program ini difokuskan pada wilayah yang memiliki tingkat kasus cukup tinggi.
Pada Januari 2026 lalu, DKK Balikpapan menargetkan vaksinasi terhadap sekitar 5.000 anak sekolah di wilayah Balikpapan Utara dan Balikpapan Selatan. Program tersebut kini telah selesai dilaksanakan.
“Vaksinasi DBD untuk anak sekolah sudah kita laksanakan dengan sasaran sekitar 5.000 anak. Program ini sudah selesai 100 persen di wilayah yang menjadi prioritas,” kata Alwiati.
Ia menilai program vaksinasi tersebut mulai menunjukkan dampak positif terhadap tren kasus di lapangan. Meski demikian, pemantauan terus dilakukan untuk melihat perkembangan kasus secara lebih menyeluruh.
Ke depan, DKK Balikpapan juga berencana memperluas cakupan vaksinasi DBD ke wilayah lain apabila dukungan anggaran memungkinkan, sehingga perlindungan terhadap anak-anak dapat lebih optimal.
“Harapannya, anak-anak bisa mendapatkan vaksin DBD sebelum masuk sekolah agar terbentuk kekebalan tubuh yang lebih baik,” ujarnya.
Selain vaksinasi, DKK Balikpapan tetap mengingatkan masyarakat untuk aktif melakukan pemberantasan sarang nyamuk melalui gerakan 3M, yakni menguras, menutup, dan mendaur ulang barang yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.
“Peran masyarakat sangat penting dalam mencegah DBD. Kami berharap masyarakat terus menjaga kebersihan lingkungan agar penyebaran penyakit ini dapat ditekan,” tutup Alwiati.(***/ADV Diskominfo Balikpapan)