Anggota Dewan Kawal Aspirasi Balikpapan Utara
Balikpapan – Anggota DPRD Kota Balikpapan, Iwan Wahyudi, berkomitmen menjaga kelanjutan pembangunan di wilayah Balikpapan Utara. Meski pemerintah daerah tengah melakukan efisiensi anggaran, ia memastikan aspirasi masyarakat tidak terhenti sepenuhnya.
Iwan mengakui adanya tantangan besar dalam merealisasikan seluruh usulan warga pada tahun ini. Pengurangan dana transfer daerah memaksa pemerintah kota memutar otak untuk menetapkan skala prioritas. Kondisi fiskal ini berdampak langsung pada volume proyek infrastruktur di tingkat lingkungan.
“Kami mengakui ada kesulitan dalam merealisasikan seluruh aspirasi tahun ini. Warga sudah sejak tahun lalu menyampaikan aspirasinya. Efisiensi anggaran akibat berkurangnya dana transfer daerah menjadi faktor utama,” ujarnya, Kamis (12/03).
Meski ruang gerak anggaran menyempit, Iwan memastikan program perbaikan lingkungan tetap berjalan. Ia terus berkoordinasi dengan dinas terkait agar proyek-proyek krusial tetap mendapat porsi pendanaan. Fokus utama masih tertuju pada peningkatan kualitas hidup masyarakat kelas bawah.
Politisi PPP Balikpapan ini menyebut perbaikan jalan lingkungan dan pembangunan drainase tetap menjadi menu utama. Walaupun jumlah titik pengerjaan tidak sebanyak tahun lalu, kualitas pengerjaan tetap menjadi perhatian. Ia ingin memastikan setiap rupiah yang keluar memberikan manfaat jangka panjang bagi warga.
“Di wilayah utara, aspirasi warga masih konsisten pada perbaikan jalan lingkungan dan drainase. Kami terus mengawal usulan agar masuk dalam skema bantuan Pemerintah Kota pada tahun ini,” jelas wakil rakyat dari daerah pemilihan Balikpapan Utara tersebut.
Menurut Iwan, dirinya bersama anggota DPRD lainnya aktif menjemput bola melalui dialog warga dan agenda reses secara berkala. Ia mencatat setiap keluhan masyarakat terkait genangan air dan akses jalan yang rusak. Catatan tersebut menjadi modal utamanya dalam memperjuangkan anggaran dari jalur wakil rakyat.
Ia meminta masyarakat untuk bersabar dan memahami kondisi keuangan daerah saat ini. Pemerintah daerah saat ini sedang menyaring usulan yang paling mendesak untuk segera dieksekusi. Transparansi dalam penentuan prioritas pembangunan menjadi kunci agar tidak terjadi kecemburuan antar wilayah.
“Kami harap kondisi keuangan bisa stabil tahun depan. Soalnya banyak janji pembangunan yang belum terealisasi. Itu kan amanah dari warga yang mereka titipkan ke perwakilan di parlemen,” tambahnya. (ibn)
