DPRD Dorong UMKM Manfaatkan KUR
Balikpapan – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan mendorong pemanfaatan kebijakan terbaru pemerintah pusat. Khususnya yang berkaitan dengan permodalan usaha kecil. Di mana pemerintah sudah memberikan kemudahan kredit tanpa agunan bagi pengajuan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Lembaga legislatif ini mengidentifikasi syarat agunan selama ini menjadi kendala UMKM mendapatkan pembiayaan perbankan.
Ketua Komisi II DPRD Balikpapan, Fauzi Adi Firmansyah menyebut masalah ini seringkali menghentikan langkah pelaku usaha lokal untuk naik kelas. Padahal banyak pengusaha mikro dengan potensi bisnis yang luar biasa. Namun, mayoritas dari mereka terbentur pada ketiadaan aset untuk menjadi jaminan di bank. Kondisi ini membuat para pengusaha kecil kesulitan mendapatkan suntikan modal guna mengembangkan operasional mereka.
“Ini sudah ada kabar baik. Kebijakan terbaru pemerintah pusat terkait KUR. Aturan baru ini menetapkan pengajuan KUR dengan plafon Rp 1 juta hingga Rp 100 juta tidak perlu jaminan. Kami ingin UMKM bisa memanfaatkan ini,” ujarnya, Rabu (04/03).
Pihak DPRD, lanjut Fauzi, menyambut positif terobosan pemerintah pusat tersebut. Ia melihat aturan ini sebagai jawaban atas keluhan yang selama ini menghantui para pedagang dan pengrajin lokal. Karena itu dirinya meminta seluruh pelaku UMKM di Balikpapan menangkap peluang emas ini dengan cepat.
“Kami meminta UMKM memanfaatkan peluang ini dengan maksimal. Syarat agunan selama ini memang menjadi tembok bagi mereka. Sekarang pinjaman hingga Rp 100 juta tanpa jaminan. Akses modal kini terbuka lebar bagi siapa saja yang mau berusaha,” jelasnya.
Fauzi meyakini kemudahan akses finansial ini akan memperluas ruang gerak pelaku usaha mikro. Suntikan modal yang tepat sasaran bakal memicu peningkatan aktivitas ekonomi di akar rumput. Ia memprediksi pertumbuhan UMKM akan berdampak langsung pada penguatan daya beli masyarakat Balikpapan secara keseluruhan.
“Ruang gerak UMKM diyakini akan semakin luas dengan modal yang cukup. Hal ini otomatis akan meningkatkan aktivitas ekonomi lokal kita. Kita harus pastikan informasi ini sampai ke telinga seluruh pelaku usaha di tingkat kelurahan,” tuturnya lagi.
Selain soal modal, Fauzi juga mengingatkan pelaku usaha untuk menjaga kepercayaan perbankan. Ia meminta warga menggunakan dana KUR secara bertanggung jawab hanya untuk kepentingan produktif. Kedisiplinan dalam mengelola keuangan menjadi kunci agar program ini terus berkelanjutan bagi pengusaha lainnya. (man)
