DPRD Cari Solusi Air ke DPR RI
Balikpapan – Komisi II DPRD Kota Balikpapan mengupayakan solusi atas ancaman krisis air bersih yang terus terjadi. Mereka menjadwalkan pertemuan strategis dengan DPR RI pada Mei 2026 mendatang. Agenda besar ini fokus membahas pemanfaatan air baku dari Sungai Wain sebagai sumber air baku baru bagi warga Kota Minyak.
Langkah ini, kata Ketua Komisi II, Fauzi Adi Firmansyah, menjadi terobosan penting untuk melepas ketergantungan kota terhadap Waduk Manggar. Selama ini, Waduk Manggar menjadi tumpuan tunggal namun memiliki kapasitas yang sangat terbatas. Kondisi tersebut sering kali membuat distribusi air ke pelanggan terganggu saat musim kemarau tiba.
Fauzi mengatakan Balikpapan butuh alternatif sumber air yang lebih stabil dan berkelanjutan. Sungai Wain muncul sebagai kandidat kuat yang mampu menjawab tantangan kebutuhan air jangka panjang.
“Kami sudah menjadwalkan pertemuan dengan DPR RI pada Mei 2026. Kami akan membahas secara mendalam pemanfaatan air baku dari Sungai Wain,” ujarnya, Jumat (17/04).
Fauzi menjelaskan dewan tidak melangkah sendirian dalam memperjuangkan proyek ini. Mereka menggandeng lintas sektoral untuk memperkuat kajian teknis dan regulasi. Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) selaku operator turut serta memberikan data kebutuhan lapangan yang akurat.
Selain PTMB, DPRD juga melibatkan Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV. Keterlibatan BWS sangat krusial karena mereka memegang otoritas pengelolaan sumber daya air di wilayah Kalimantan. Sinergi ini bertujuan agar rencana pemanfaatan Sungai Wain berjalan selaras dengan aturan lingkungan.
“Kami juga melibatkan pihak Pertamina dalam pembicaraan ini. Pertamina memiliki sejarah panjang dalam pengelolaan aset dan kawasan di sekitar sumber air tersebut. Kolaborasi ini menunjukkan keseriusan demi kepentingan masyarakat luas,” jelasnya.
Menurut Fauzi dukungan pusat melalui DPR RI akan mempercepat eksekusi proyek di lapangan. Ia berharap pemerintah pusat memberikan restu sekaligus dukungan anggaran untuk pembangunan infrastruktur pendukung. Tanpa bantuan pusat, proyek skala besar ini akan sulit terealisasi dengan cepat.
“Pemanfaatan Sungai Wain adalah salah satu solusi nyata. Kita tidak bisa terus-menerus bergantung pada satu sumber saja sementara penduduk terus bertambah,” tambahnya politisi Golkar Balikpapan tersebut. (sus)
