Pemkot Waspadai Kenaikan Harga Pangan
Balikpapan – Pemerintah Kota Balikpapan mulai mewaspadai potensi tekanan biaya yang dapat mempengaruhi efisiensi program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Kenaikan harga bahan pokok seperti telur, daging, sayur dan ayam dinilai menjadi tantangan dalam menjaga kualitas menu bergizi seimbang yang disediakan bagi peserta didik di seluruh jenjang sekolah.
Sekretaris Daerah Kota Balikpapan, Muhaimin mengatakan perubahan harga bahan pokok di kota minyak relatif cepat dibanding daerah lain di Kalimantan Timur. Kondisi ini, tidak lepas dari ketergantungan kota terhadap pasokan pangan dari luar daerah. Maka Pekot mewaspadai dampak kenaikan harga bahan pokok terhadap efisiensi program MBG.
“Rantai pasokan pangan di Balikpapan masih sangat bergantung dari luar kota. Mulai dari telur, sayur, daging, hingga ayam, sebagian besar datang dari luar daerah. Ini yang membuat harga di pasaran bisa lebih mahal,” ujarnya, Selasa (11/11).
Muhaimin menjelaskan, ketergantungan pasokan membuat harga bahan pangan di Balikpapan mudah berfluktuasi. Terutama menjelang akhir tahun dan hari-hari besar keagamaan. Lonjakan harga ini berpotensi mengganggu efisiensi operasional program MBG yang membutuhkan stabilitas biaya untuk menyediakan menu bergizi setiap hari.
“Jika harga bahan pokok naik, otomatis biaya produksi meningkat. Ini tentu menjadi perhatian karena MBG memerlukan bahan pangan berkualitas dalam jumlah besar setiap harinya. Kami terus memantau pasokan dan pergerakan harga di pasaran,” katanya.
Menurut Muhaimin, Pemkot terus mencari solusi untuk menjaga agar kenaikan harga tidak memengaruhi kualitas program. Salah satu langkah yang tengah dikaji adalah memperkuat rantai pasokan lokal dengan menggandeng pelaku usaha kecil, kelompok tani dan koperasi yang bergerak di sektor pangan.
“Kami ingin memperkuat pasokan lokal agar ketergantungan bisa berkurang. Jika bahan pangan tersedia dari dalam kota, harga bisa lebih stabil dan pengiriman lebih efisien. Masalahnya pasokan lokal kita belum sanggup memenuhi kebutuhan,” tuturnya.
Untuk itu, tambah Muhaimin, Pemkot juga memperkuat koordinasi dengan Dinas Perdagangan, Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Kesehatan untuk memantau pergerakan harga dan memastikan rantai distribusi berjalan lancar. Monitoring rutin dilakukan di pasar tradisional dan pemasok bahan pokok guna mengantisipasi lonjakan harga mendadak.
“Kami terus memantau harga di lapangan. Jika terjadi kenaikan signifikan, kami akan segera melakukan langkah stabilisasi melalui operasi pasar atau kerja sama antarwilayah,” tambahnya. (man)
