Komisi II Dorong Digitalisasi Informasi PTMB

Balikpapan – Komisi II DPRD Kota Balikpapan mendesak Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) untuk bertransformasi ke arah digital. Anggota legislatif meminta perusahaan plat merah tersebut memanfaatkan kecanggihan teknologi secara maksimal. Langkah ini menjadi solusi jitu untuk mengatasi kebuntuan informasi yang sering dikeluhkan pelanggan air bersih di Kota Minyak.

Ketua Komisi II DPRD Balikpapan, Fauzi Adi Firmansyah, melihat potensi besar pada platform digital saat ini. PTMB seharusnya mampu menyampaikan informasi secara kilat melalui media sosial, pesan singkat (SMS/WhatsApp), hingga kanal resmi lainnya. Penggunaan teknologi ini bakal meminimalisir jarak komunikasi antara penyedia layanan dengan warga.

Ia menilai sudah saatnya meninggalkan pola komunikasi di era manual. Apalagi perkembangan teknologi sebagai alat utama untuk meningkatkan kepuasan pelanggan. Karenanya PTMB tidak punya alasan lagi untuk terlambat memberikan pengumuman kepada masyarakat.

“Kami terus mendorong perbaikan, tidak hanya pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada pola komunikasi. Perkembangan teknologi seharusnya bisa dimanfaatkan untuk menyampaikan informasi secara cepat,” ujarnya, Fauzi (17/04).

Fauzi mengatakan kanal digital memberikan ruang bagi PTMB untuk memberikan pembaruan status secara real-time. Jika terjadi kerusakan pipa mendadak, humas PTMB bisa langsung menyebarkan informasi dalam hitungan detik. Kecepatan ini sangat krusial agar warga bisa melakukan langkah antisipasi, seperti menampung air sebelum distribusi terhenti total.

DPRD Balikpapan juga memposisikan diri sebagai penyambung lidah rakyat yang konsisten melakukan pengawasan. Fauzi menjamin pihaknya tidak akan tinggal diam melihat pelayanan yang stagnan. Ia menekankan perbaikan infrastruktur pipa yang canggih akan terasa sia-sia jika tidak dibarengi dengan sistem informasi yang modern.

“Kami akan terus mengawasi kinerja mereka di lapangan. Harapannya ke depan tidak ada lagi masyarakat yang mengeluh karena tidak mendapat informasi saat air tiba-tiba mati,” tuturnya lagi.

Fauzi menambahkan, integrasi data pelanggan dengan sistem notifikasi otomatis menjadi kebutuhan mendesak. Ia ingin setiap gangguan di wilayah tertentu langsung terkirim ke ponsel warga di kawasan terdampak. Pola komunikasi yang presisi seperti ini akan membangun kembali kepercayaan publik terhadap profesionalisme PTMB. (sus)