DPRD Sebut KWPLH Meredup
Balikpapan – Kawasan Wisata Pendidikan Lingkungan Hidup (KWPLH) di Kilometer 23, Balikpapan Utara, kini meredup. Destinasi yang menjadi rumah bagi Beruang Madu ini kehilangan daya pikatnya. Komisi II DPRD Balikpapan menyoroti tajam kondisi fasilitas yang mulai terbengkalai tersebut.
Sekretaris Komisi II DPRD Balikpapan, Taufik Qul Rahman, menyayangkan penurunan kualitas objek wisata ini. Ia melihat minimnya perawatan menjadi penyebab utama sepinya pengunjung. Padahal, KWPLH menyandang status sebagai pusat konservasi simbol khas Kota Minyak.
“KWPLH dulunya menjadi kebanggaan kota dan daya tarik wisatawan, tapi sekarang mulai sepi,” ujarnya, Jumat (13/03).
Taufik menilai pemerintah kota kurang melakukan inovasi dalam pengelolaan aset wisata. Ia tidak melihat adanya pembaruan fasilitas yang mampu menarik minat generasi muda. Kondisi lingkungan yang kurang terawat semakin memperburuk citra destinasi pendidikan ini.
Politisi PKB ini mendesak Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) segera bertindak. Ia meminta dinas terkait menyusun strategi revitalisasi yang konkret dan terukur. Taufik tidak ingin ikon kebanggaan warga Balikpapan ini hanya tinggal sejarah.
“Pemerintah, terutama Disparpora, perlu menyusun strategi revitalisasi yang nyata agar destinasi ini kembali hidup,” jelasnya.
DPRD, lanjut Taufik, menyarankan penggabungan konsep edukasi alam dengan fasilitas pendukung modern. Pengunjung membutuhkan kenyamanan selain sekadar melihat satwa. Penambahan spot foto, perbaikan akses jalan, hingga fasilitas UMKM harus masuk dalam rencana besar pemerintah.
Langkah cepat pemerintah sangat menentukan masa depan konservasi Beruang Madu. Komisi II berjanji akan mengawal penganggaran untuk perbaikan kawasan di Karang Joang tersebut. Mereka ingin memastikan setiap rupiah anggaran memberikan dampak nyata bagi pariwisata daerah.
Kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) seharusnya menjadi peluang besar bagi KWPLH. Wisatawan mancanegara dan nasional pasti mencari destinasi yang menawarkan keunikan satwa lokal. Balikpapan tidak boleh kehilangan momentum emas ini akibat kelalaian dalam pemeliharaan aset.
“Jangan sampai tamu IKN datang, tapi kita hanya menyuguhkan tempat yang tidak terawat,” tuturnya lagi.
Taufik menambahkan pihaknya menunggu realisasi nyata revitalisasi KWPLH dari pemerintah. Agar objek wisata itu bisa bertahan dan mengalami peningkatan jumlah pengunjung. Apalagi kawasan itu menjadi pusat konservasi beruang madu. (ibn)
