Permudah Pelanggan, PDAM Luncurkan Tagihan Via Mandiri Syariah Mobile

Balikpapan- Memasuki era digital seperti saat ini membuat semua pihak perlu menggunakan teknologi untuk mempermudah kegiatannya. Salah satunya pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Balikpapan yang berhubungan langsung dengan masyarakat banyak. Maka tentunya pihak manajemen perlu berinovasi memberi kemudahan dalam layanannya setiap waktu.

Untuk itu dalam rangka mempermudah transaksi kepada pelanggan, PDAM Kota Balikpapan melaunching layanan mobile banking untuk pembayaran tagihan. Dimana layanan ini memungkinkan pelanggan PDAM untuk membayar rekening airnya tanpa harus datang ke PDAM dan bisa bertransaksi selama 24 jam.

“Ada banyak kemudahan yang didapat masyarakat dari layanan mobile banking ini. Sebab layanan ini dapat dilakukan di mana saja tanpa terhalang jarak dan waktu. Karena itu kami menggandeng Bank Syarih Mandiri (BSM) untuk menghadirkan fasilitas pembayaran tagihan PDAM lewat mobile banking,” kata DIrektur Umum PDAM, Gazali Rakhman.

Menurutnya pembayaran tagihan melalui mobile banking BSM ini cukup mudah. Yakni dengan memasukkan kata kunci “PDAM Balikpapan” kemudian masukkan nomor pelanggan dan tinggal lakukan pembayaran sesuai angka tagihan yang tertera. Transaksi akan selesai dalam hitungan detik selama jaringan internet tidak mengalami gangguan.

“Penggunaan aplikasi teknologi di PDAM sebenarnya sudah dimulai sejak beberapa tahun terakhir dengan tujuan mempermudah pelanggan. Kami di PDAM juga sudah menggunakan sistem digital untuk Survey Kepuasan Pelanggan (SKP) dan pendaftaran pelanggan baru,” ujar Gazali.

Dia berharap kemudahan bagi pelanggan ini juga menaikkan prosentase pembayaran tagihan rekening air di PDAM setiap bulannya. Termasuk mengurangi angka tunggakan tagihan pelanggan saat masih menggunakan sistem manual. Sehingga dana yang dibayarkan pelanggan bisa dimanfaatkan untuk kegiatan operasional dan pengembangan jaringan layanan PDAM di Balikpapan.

“Harapannya ya penunggak semakin berkurang. Karena layanan ini memudahkan mereka tanpa harus datang membayar tagihan ke PDAM. Laporan yang saya terima kepatuhan pembayaran tagihan tepat waktu sudah mencapai 80%. Sementara sisanya masih ada yang menunda pembayaran meski tidak sampai terjadi pencabutan rekening air oleh PDAM,” tandas Gazali.

Pada kesempatan tersebut Gazali juga berkesempatan mencoba pembayaran tagihan PDAM menggunakan fasilitas mobile banking BSM lewat telpon genggam miliknya. Hasilnya dalam hitungan detik transaksi pembayaran sukses dilakukan. (zha)