Sempat Tertunda, Pembangunan Jembatan Sangatta Selatan Akhirnya Kembali Berlanjut

Sangatta (Kutai Timur) – Proyek pembangunan jembatan penghubung antara Kecamatan Sangatta Utara dangan Sangatta Selatan akhirnya kembali berlanjut. Proyek pembangunan jembatan yang sempat tertunda akibat adanya komplain oleh salah seorang warga pemilik sarang burung yang berada di segmen Sangatta Selatan ini akhirnya berakhir dan terselesaikan, setelah Bupati Kutai Timur (Kutim), Ismunandar turun langsung menengahi permasalahan.

“Sudah, setelah saya datangi langsung secara kekeluargaan, ternyata salah paham saja. Masalahnya cair dan sekarang sudah kembali dilanjutkan pembangunannya. Bisa dicek sendiri ke lokasi,” ucap Ismunandar kepada wartawan.

Diakui Ismu, keberadaan jembatang penghubung antara Sangatta Utara dan Sangatta Selatan yang sedang dikerjakan pada lokasi yang ada saat ini, sebenarnya sudah sejak lama diinginkan masyarakat di kedua daerah. Bahkan sejak dirinya masih menjabat sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kutim. Namun karena adanya penolakan dari sebagiam masyarakat, akhirnya lokasi pembangunan jembatan penghubung saat itu, kemudian dipindahkan ke Kampung Kajang.

“Saya kan ngurusi jembatan ini bukan hanya sekarang (setelah menjadi Bupati, red), tetapi sejak saya jadi Kepala Dinas PU (Pekerjaan Umum, red) Kutim. Tapi karena saat itu ada yang menolak, jadi kita pindahkan ke Kampung Kajang. Sekarang, setelah saya jadi Bupati, mereka minta lagi dibangunkan jembatan. Karena itu kita bangunkan lagi. Sempat tertunda karena ada kesalahpahaman, setelah didatangi Bupati, akhirnya semua beres. Ternyata ingin ketemu Bupati dululah,” ujarnya sambil tertawa.

Jika melihat dari progres pengerjaan jembatan dari foto-foto yang diperlihatkan kepada wartawan, Ismu menyebutkan, meskipun awalnya proyek ini tidak masuk hitungan untuk selesai tahun ini, namun jika dilihat dari progres yang ada maka dirinya optimis jika sebelum akhir tahun ini, proyek pembangunan jembatan penghubung ini bisa terselesaikan. Sebab, saat ini pender atau pondasi jembatan sudah jadi.

“Insyaa Allah, akan selesai tahun ini (pembangunan jembatan penghubung, red). Kita sangat berharap seperti itu. Bahkan progresnya sekarang sudah lebih dari 40 persen. semoga saja tahun depan, sudah bisa dipergunakan,” ucapnya.

Untuk diketahui, pembangunan jembatan penghubung antara Kecamatan Sangatta Utara dengan Sangatta Selatan, telah dimulai pengerjaannya sejak bulan Oktober 2019 lalu, dengan ditandai peletakan batu pertama oleh Bupati Ismunandar, sebagai tanda dimulainya pekerjaan. Pembangunan jembatan ini diperkirakan bisa menelan biaya sekitar Rp 35 miliar hingga tuntas. Namun dari segi anggaran yang disiapkan pemerintah, memang dianggap masih sangat kecil. Pasalnya, dari total anggaran yang siap dikucurkan untuk pembangunan jembatan tersebut sebesar Rp 20 miliar dalam APBD Kutim Tahun 2020, baru dialokasikan sebesar Rp 3 miliar. (ibn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *