Tak Hanya Olahraga Prestasi, Kutim Kembangkan Olahraga Tradisional dan Rekreasi

Kutai Timur – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutai Timur terus mendorong pembudayaan olahraga agar aktivitas fisik dapat diikuti lebih luas oleh masyarakat. Program tersebut tidak hanya diarahkan pada cabang olahraga prestasi, tetapi juga mencakup olahraga tradisional, olahraga rekreasi, serta aktivitas olahraga bagi anak usia dini.
Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga Dispora Kutai Timur, Anisia Astuti, menyebut olahraga tradisional menjadi salah satu program yang kembali dihidupkan. Sejumlah permainan seperti gasing, bakiak, sumpit, layang-layang dan belogo menjadi bagian dari kegiatan yang dikembangkan untuk menjaga keberadaan olahraga berbasis budaya daerah.
Selain olahraga tradisional, masyarakat juga didorong memanfaatkan berbagai aktivitas rekreasi sebagai bagian dari kebiasaan hidup aktif. Kegiatannya mencakup lari, jalan santai, jalan sehat, trail, memancing hingga bersepeda yang dapat dilakukan oleh berbagai kelompok usia dan komunitas.
“Targetnya itu semua olahraga tradisional, olahraga rekreasi, dengan olahraga anak usia dini. Biar masyarakat semakin kenal, banyak olahraga yang bisa kita lakukan selain olahraga berprestasi,” ujar Anisia.
Pengembangan kegiatan tersebut juga menyasar komunitas di tingkat masyarakat. Dispora rutin menggelar berbagai event dan melakukan sosialisasi, sekaligus membuka ruang bagi komunitas yang ingin menyelenggarakan pertandingan secara mandiri dengan dukungan dari pemerintah daerah.
Untuk memperluas partisipasi, kegiatan olahraga tradisional juga diarahkan menjangkau kecamatan dan desa. Sejumlah peserta dari wilayah seperti Sangkulirang dan Muara Wahau disebut memiliki kemampuan kuat dalam olahraga tradisional, termasuk sumpit, gasing dan belogo.
Menjelang akhir tahun, pembudayaan olahraga turut dimasukkan dalam rangkaian kegiatan Erau dan Hari Ulang Tahun Kutai Timur. Pertandingan olahraga tradisional direncanakan dapat melibatkan peserta tingkat lokal maupun se-Kalimantan Timur, sehingga menjadi ruang bagi masyarakat untuk menunjukkan kemampuan sekaligus mengenalkan kembali permainan tradisional.
Perhatian juga diberikan kepada anak-anak penyandang disabilitas melalui dukungan terhadap keikutsertaan dalam Pekan Paralimpik Provinsi (Peparprov). Ajang tersebut mempertandingkan sejumlah cabang olahraga bagi atlet disabilitas tingkat Provinsi Kalimantan Timur dan dijadwalkan berlangsung pada November.(Adv/akominfo/KK)
