Warga Minta Layanan PDAM Kepada Anggota Dewan
Balikpapan – Belum meratanya distribusi air bersih ke wilayah pinggiran Kota Balikpapan masih dirasakan oleh para warga. Hal ini mereka ungkapkan saat berkesempatan bertemu dengan para wakil rakyat di Balikpapan yang menggelar kegiatan reses di daerah pemilihan mereka masing-masing.
Salah satunya di daerah Balikpapan Barat dan Balikpapan Utara tepatnya di kelurahan Kariangau. Posisi wilayah yang berada di daerah pinggiran membuat puluhan tahun warga di lokasi tersebut belum mendapatkan layanan air bersih PDAM. Di antaranya kawasan Kelurahan Karangjoang Kecamatan Balikpapan Utara yang berbatasan dengan Kabupaten Kutai Kertanegera (Kukar) dan Kelurahan Kariangau yang berada di utara Balikpapan meski secara administratif berada di Kecamatan Balikpapan Barat.
Tokoh masyarakat setempat yang juga Ketua RT 46 Kecamatan Balikpapan Utara Slamet Usman mengatakan, selama ini warga Kelurahan Karangjoang hanya mengandalkan sumur tadah hujan, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Karena hanya mengandalkan air hujan ketika musim kemarau warganya kesulitan mendapatkan air, karena sumur-sumur tadah hujan kering. Padahal di Kelurahan Karangjoang ada ratusan kepala keluarga atau ribuan warga.
“Jadi kita memang hanya mengandalkan sumur tadah hujan untuk keperluan sehari-hari. Itu yang kami keluhkan dari dulu. Karena memang tidak bisa masuk PDAM sampai sekarang,” kata Slamet Usman disela-sela reses Ketua DPRD Kota Balikpapan yang berasal dari daerah pemilihan Balikpapan Utara, Abduloh.
Menurut Slamet, dirinya sudah menyampaikan kondisi tersebut kepada tiga legeslator Kota Balikpapan saat reses dan mereka sudah berjanji akan membangun sumur bor. Namun sayangnya, belum sesuai harapan warga Karangjoang.
“Kata pak Abdulloh nanti akan ditinjau sama Dinas PU sebelum dibangun sumur bor. Tapi satu sumur bor untuk tiga RT itu yang jadi permasalaha. Karena kan jarak dari satu RT ke RT satu itu cukup jauh, kasihan kan warga,” ungkanya.
Selain di Kelurahan Karingau, warga pinggiran di Kecamatan Balikpapan Timur juga mengalami nasib yang sama karena puluhan tahun juga tidak menikmati air bersih PDAM. Mereka selama ini hanya mengandalkan air sumur tadah hujan. (san)
