PDAM Prediksi Penggunaan Air Naik 10%

Balikpapan – Perusahaan Umum Daerah Tirta Manuntung PDAM Kota Balikpapan terus berupaya memastikan bulan ramadan tanpa penyetopan distribusi air bersih ke pelanggan. Namun pihaknya juga berharap tidak ada pemadaman listrik oleh PLN mengingat unit mesin yang begantung terhadap keandalan listrik .

Direktur Umum Perumda Tirta Manuntung, Nour Hidayah mengatakan komsumsi air bersih pada ramadan biasanya mengalami kenaikan hingga 10 persen. Hal ini berdasarkan pengalaman puasa di tahun-tahun sebelumnya.

“Naiknya itu karena pola konsumsi berubah karena pelanggan menggunakan air lebih banyak terutama pada malam hari. Tambahnya itu, biasanya 2 juta kubik menjadi 2,2 juta kubik dalam sebulan,” ungkapnya (31/04).

Karena itu, lanjut wanita yang akrab disapa Nunu ini, distribusi air akan dilakukan sebaik mungkin dan berharap tidak penghentian distribusi. Namun ketika ada kondisi genting seperti kerusakan jaringan pipa yang menyebabkan kebocoran akan berimbas pada kelancaran distribusi.

“Kalau ada pipa pecah, ya mau nggak mau mesin dimatikan dulu. Ini termasuk kejadian tidak terduga. Tapi ini yang mayoritas jadi sebab penghentian pasokan air ke pelanggan,” tuturnya.

Menurut Nunu, saat ini PDAM masih memiliki calon pelanggan daftar tunggu sambungan baru. Banyaknya calon pelanggan yang belum terlayani dikarenakan kurangnya ketersediaan air baku. Di mana saat ini sumber air baku bertumpu pada Waduk Manggar dan Waduk Teritip.

“Makanya kita terus berupaya mengoptimalkan Waduk Teritip yang saat ini sudah terisi. Memang sudah rampung dan sudah bisa berproduksi. Tinggal proses debit air dan pipa sambungan,” jelasnya.

Nunu juga mengakui adanya keluhan calon pelanggan yang belum tersambung aliran karena ketiadaan pipa induk. Batas minimal untuk pemasangan sambungan adalah 12 meter dari pipa induk. Sehingga ketika tidak ada pipa yang mencapai jangkauan itu maka dilakukan pemasangan pipa induk baru agar terjangkau.

“Kalau nggak ada pipanya, gimana kita mau melayani,” tambahnya. (ana)