​Data Warga Miskin Tidak Valid, Distribusi Beras Sejahtera Di Desa Terkendala

Sangatta, Kanal Kaltim.Com – Penyaluran beras sejahtera (Rastra) bagi masyarakat miskin pada seluruh desa di Kabupaten Kutai Timur sepertinya mengalami kendala. Permasalahan yang dialami para camat dan kepala desa (Kades) adalah data warga penerima beras sejahtera ini cukup berbeda dengan data masyarakat miskin yang ada di wilayah mereka. Bahkan kuat diduga ada warga yang masuk dalam daftar penerima beras sejahtera, yang sebenarnya termasuk masyarakat mampu. Demikian diungkapkan Camat Muara Bengkal, Darmansyah.
“Permasalahan pendistribusian rastra ini juga dialami seluruh camat dan Kades di Kutim. Data warga penerima bantuan berbeda dengan data warga miskin yang kami miliki. Bagaimana kami mau bagi, apa orang mampu boleh dapat beras miskin”, ujar Darmansyah kepada Kanal Kaltim.Com, Senin (5/2).
Lanjutnya, imbas dari perbedaan data warga miskin tersebut kini ada Kades menyerahkan tanggung jawab pendistribusian beras kepada masyarakat miskin ini kepada pihak Kecamatan, karena takut nantinya bermasalah.
Ditambahkan Camat Darmansyah, tahun ini kecamatannya mendapat alokasi beras sejahtera sebanyak 12 ton. Pihaknya akan tetap menyerahkan beras bagi masyarakat miskin tersebut sesuai nama dan alamat atau By Name By Address, yang ada dalam daftar penerima beras miskin. Hal ini juga sesuai arahan Wakil Bupati (Wabup) Kutim, Kasmidi Bulang. Namun pihaknya juga akan menempelkan stiker pemberitahuan keluarga miskin di rumah warga yang menerima bantuan beras miskin tersebut. 
“Kita bagi sesuai data, by name by address. Tapi kita pasang stiker di rumah penerima beras miskin ini. Jika termasuk orang mampu tapi tetap memaksa menerima bantuan beras sejahtera, kita pasang stiker miskin. Biar warga yang menghakiminya. Klo tidak mau dipasang stiker, ya tidak kami beri jatah beras. Nanti kami berikan kepada warga yang benar-benar miskin saja”, tegasnya.