Siap Tata Organisasi dan Genjot Prestasi, Alief Fahreza Bulang Kantongi Restu Ketua MI Kaltim


SAMARINDA – Langkah Alief Fahreza Bulang menuju kursi Ketua Pengurus Cabang (Pengcab) Muaythai Indonesia (MI) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) periode 2026–2030 semakin mantap.

Calon kuat Ketua MI Kutim tersebut melakukan pertemuan dan koordinasi bersama Ketua MI Kalimantan Timur (Kaltim), Rusdiansyah Aras, di Caffee Seraung, Samarinda, Senin (31/8/2026).

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari konsolidasi menjelang Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub) MI Kutim yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 5 September 2026, di Hotel Royal Zenova, Sangatta.

Dalam pertemuan itu, Alief menyampaikan sejumlah gagasan dan komitmennya apabila dipercaya memimpin MI Kutim untuk empat tahun ke depan. Salah satu fokus utama yang disiapkannya adalah pembenahan tata kelola organisasi agar lebih efektif, transparan, dan mampu mendukung proses pembinaan atlet secara berkelanjutan.

“Fokus utama saya adalah menata tata kelola organisasi agar lebih efektif dan transparan, sekaligus memperkuat sistem pembinaan prestasi bagi para atlet di Kutai Timur,” ujar Alief.

Menurutnya, kemajuan olahraga tidak hanya ditentukan oleh capaian atlet di arena pertandingan, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh kualitas manajemen organisasi dan sistem pembinaan yang dijalankan. Karena itu, pembenahan internal organisasi menjadi salah satu prioritas yang akan didorongnya.

Selain tata kelola, penguatan pembinaan atlet juga menjadi perhatian Alief. Ia ingin Muaythai Kutim memiliki sistem pembinaan yang lebih terarah sehingga potensi atlet daerah dapat dikembangkan secara maksimal dan mampu bersaing di berbagai ajang olahraga.

Menjelang Musorkablub, peluang Alief untuk memimpin MI Kutim semakin terbuka. Berdasarkan informasi dari lingkungan caretaker MI Kutim, Alief disebut sebagai calon tunggal dalam pemilihan Ketua MI Kutim periode 2026–2030.

Dengan status tersebut, Alief berpeluang besar ditetapkan sebagai ketua melalui mekanisme aklamasi dalam Musorkablub yang akan digelar pada 5 September mendatang.

Pertemuan dengan jajaran MI Kaltim juga menjadi bagian penting dari komunikasi dan konsolidasi sebelum proses pergantian kepemimpinan di tingkat kabupaten tersebut.

Ketua MI Kaltim, Rusdiansyah Aras, memberikan respons positif terhadap langkah Alief yang melakukan koordinasi secara langsung dengan pengurus provinsi. Pertemuan tersebut turut dihadiri Ketua Harian MI Kaltim, H. Zulkarnaen.

Rusdiansyah menilai, keseriusan yang ditunjukkan Alief menjadi modal penting untuk membawa organisasi Muaythai Kutai Timur ke arah yang lebih baik.

“Kami menyambut baik kehadiran dan koordinasi langsung dari Saudara Alief. Dari pemaparan dan ikhtiarnya, saya menilai calon ketua ini sangat serius dan memiliki dedikasi tinggi untuk memajukan Muaythai di Kutai Timur,” tutur Rusdiansyah.

Dukungan dan respons positif dari jajaran MI Kaltim tersebut menjadi sinyal baik menjelang pelaksanaan Musorkablub. Jika proses pemilihan berjalan sesuai agenda, kepengurusan baru MI Kutim akan menghadapi tantangan untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus meningkatkan prestasi atlet.

Alief sendiri menegaskan bahwa pembenahan organisasi dan peningkatan prestasi harus berjalan beriringan. Menurutnya, organisasi yang tertata akan menjadi fondasi penting dalam menciptakan program pembinaan yang berkelanjutan.

Dengan agenda Musorkablub yang semakin dekat, perhatian kini tertuju pada proses pemilihan Ketua MI Kutim periode 2026–2030. Jika Alief ditetapkan secara aklamasi, kepemimpinannya akan menjadi awal baru bagi Muaythai Kutai Timur dalam membangun organisasi yang lebih solid serta mencetak atlet berprestasi di masa mendatang.(Adv/*/KK)