Populasi Sapi Kutim Mulai Meningkat, Program IB Didorong Tambah Ternak

Kutai Timur – Populasi sapi di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mulai menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menjaga ketersediaan ternak sekaligus memperkuat pembiakan sapi di daerah.
Plt Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Kutai Timur, Cut Meutia, menyebut perkembangan populasi tahun ini sedikit lebih baik dibanding periode sebelumnya. Perbaikan itu berlangsung setelah sektor peternakan sempat menghadapi dampak wabah penyakit mulut dan kuku (PMK).
Menurutnya, menjaga jumlah sapi tidak cukup hanya dengan mengandalkan ternak yang sudah tersedia. Penambahan populasi perlu dilakukan secara terarah agar keberadaan sapi di Kutim dapat terus dipertahankan dari waktu ke waktu.
Salah satu langkah yang dijalankan ialah program Si Komandan atau Komunitas Andalan Negeri. Program tersebut menjadi wadah untuk mendorong peningkatan populasi sapi melalui pengelolaan reproduksi ternak yang dilakukan oleh petugas di lapangan.
Cut Meutia menjelaskan, petugas Unit Pelaksana Teknis (UPT) menjalankan inseminasi buatan (IB) sebagai salah satu metode reproduksi sapi. Langkah ini memungkinkan proses pembiakan dilakukan secara lebih terencana dengan melibatkan tenaga teknis yang menangani ternak.
“Program Si Komandan itu untuk memungkinkan peningkatan populasi yang ada di Kabupaten Kutai Timur. Petugas UPT melakukan IB dan setiap pelaksanaannya harus dilaporkan ke sistem,” ujar Cut Meutia.
Pelaporan hasil IB menjadi bagian dari proses pemantauan program. Setiap tindakan inseminasi yang dilakukan petugas dicatat dan disampaikan ke sistem atau pemerintah pusat sehingga perkembangan kegiatan dapat terdata.
Upaya tersebut diharapkan memberi dampak terhadap pertumbuhan populasi sapi dalam jangka panjang. Dengan pembiakan yang terus dilakukan, pemerintah daerah memiliki instrumen untuk menjaga ketersediaan ternak tanpa hanya bergantung pada penambahan sapi dari luar daerah.
“Kalau populasi untuk tahun ini mungkin sedikit meningkat dibandingkan dengan tahun yang kemarin karena ada wabah PMK itu,” kata Cut Meutia.
Pemerintah daerah melalui bidang peternakan akan terus mendorong kegiatan reproduksi ternak sebagai bagian dari penguatan populasi sapi Kutim. Program IB melalui Si Komandan menjadi salah satu upaya yang ditempuh agar pertumbuhan ternak dapat berlangsung secara berkelanjutan.(Adv/Kominfo/KK)
