Bukan Sekadar Tambah Guru, Kutim Targetkan Semua Sekolah Punya Guru Inklusi

KUTAI TIMUR – Pendidikan inklusif menjadi salah satu perhatian Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Timur (Kutim). Pemerintah daerah tidak hanya mendorong sekolah menerima peserta didik dengan kebutuhan khusus, tetapi juga menyiapkan sumber daya manusia agar proses pembelajaran dapat berlangsung sesuai kebutuhan setiap anak.
Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono, mengatakan pihaknya memiliki target agar setiap sekolah nantinya memiliki guru yang memahami dan mampu menangani pembelajaran inklusi.
“Yang jelas kita sangat perhatian. Kita punya target nanti setiap sekolah itu punya guru inklusi dan itu sudah kita mulai dari tahun 2024,” kata Mulyono.
Upaya tersebut dilakukan melalui peningkatan kapasitas guru. Menurut Mulyono, sejumlah guru telah mengikuti pendidikan yang dipersiapkan untuk memperkuat kompetensi di bidang inklusi.
Ia menyebut sebanyak 191 orang telah lulus pada tahap sebelumnya. Kemudian pada 2025 hingga 2026 kembali terdapat 297 orang yang dinyatakan lulus.
“Sudah lulus ada 191 orang dan 2025 tahun 2026 kemarin ada lulus lagi 297 orang. Nah, sekarang kita kirim lagi,” ujarnya.
Jika seluruh proses berjalan sesuai rencana, pemerataan guru inklusi di setiap sekolah diharapkan mampu memperkuat layanan pendidikan bagi peserta didik dengan kebutuhan yang beragam.
Mulyono menilai pendidikan inklusif tidak cukup hanya dengan membuka akses bagi peserta didik. Sekolah juga harus memiliki kesiapan tenaga pendidik agar proses belajar dapat berlangsung secara nyaman dan maksimal.
Karena itu, Disdikbud juga melakukan pemetaan terhadap kebutuhan pendidikan inklusi. Pemetaan tersebut mencakup kebutuhan sekolah, guru maupun peserta didik.
Data kebutuhan tersebut nantinya menjadi dasar pemerintah dalam memberikan dukungan. Dengan demikian, pengembangan pendidikan inklusi tidak hanya berorientasi pada jumlah guru, tetapi juga kesiapan lingkungan pembelajaran.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Disdikbud Kutim memperluas layanan pendidikan yang dapat mengakomodasi seluruh peserta didik tanpa terkecuali.(Adv/Kominfo/KK)
