BPBD Keluarkan Imbauan Kewaspadaan Kasus Tenggelam
Balikpapan – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan setelah lebih dari sepuluh kasus tenggelam terjadi di waduk, bekas galian dan saluran air dalam dua bulan terakhir. Imbauan dikeluarkan karena kawasan itu kerap dilewati warga tanpa pengaman memadai.
Kepala BPBD Balikpapan, Usman Ali menyebut kecenderungan ini mengkhawatirkan terutama karena insiden tersebut terjadi saat cuaca Kota Balikpapan sering berubah secara tiba-tiba. BPBD Balikpapan mencatat lebih dari tujuh kejadian yang melibatkan anak-anak hanya dalam dua bulan terakhir. Pada kelompok dewasa, jumlahnya bahkan lebih banyak. Jika dihitung sejak Januari hingga Maret, total kasus tenggelam yang ditangani BPBD sudah melampaui sepuluh kejadian.
“Cuaca kita cukup ekstrem belakangan ini. Kami berharap masyarakat baik para ibu, bapak, maupun anak-anak muda lebih berhati-hati. Keselamatan harus menjadi prioritas, mulai dari keluarga sendiri sampai lingkungan sekitar,” ujarnya, Selasa (18/11).
Usman menjelaskan sebagian besar insiden terjadi di lokasi-lokasi yang sebenarnya sudah diketahui berbahaya. Tetapi tetap dijadikan tempat melintas atau bermain oleh warga. Beberapa saluran air dan bekas galian memiliki kedalaman yang tidak disadari masyarakat. Saat hujan turun, air juga dapat meningkat secara tiba-tiba dan menimbulkan arus kuat yang membahayakan.
“Banyak kejadian terjadi di area yang seharusnya tidak diakses tanpa pengawasan. Waduk, saluran air dan bekas galian sering terlihat aman tapi kondisi air tidak bisa diprediksi. Lalu aktivitas warga di area rawan masih cukup tinggi,” jelasnya.
Menurut Usman, warga perlu lebih bijak menghindari area yang tidak memiliki pagar pengaman. Terutama saat cuaca mulai gelap atau hujan. Karena cuaca yang tak menentu menjadi faktor tambahan yang meningkatkan risiko. Perubahan cuaca dalam hitungan menit dapat memicu banjir kecil di beberapa wilayah, memperbesar arus di saluran air, hingga membuat permukaan air waduk naik.
“Kami minta masyarakat tidak melintasi atau bermain di area tersebut. Risiko terlalu besar. Kondisi cuaca tidak bisa kita kendalikan. Tinggal kita yang bisa mengendalikan perilaku. Warga harus mengutamakan keselamatan selagi berada di luar rumah,” tuturnya.
Dalam imbauannya, tambah Usman, BPBD mengajak masyarakat untuk saling mengingatkan dan memperhatikan aktivitas anak-anak di sekitar permukiman. Pengawasan orang tua menjadi hal wajib ketika anak berada dekat area berair. Ia berharap kewaspadaan kolektif dapat menekan angka kejadian tenggelam selama cuaca ekstrem berlangsung. (ibn)
