BPBD Perketat Pengamanan di Titik Kubangan

Balikpapan – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Balikpapan memperketat pemantauan dan menambah enam titik pagar pengaman di kubangan Waduk Km 8 menuju Grand City. Hal itu dilakukan setelah warga terus melanggar larangan melintas dan memancing. Upaya ini dalam rangka untuk mencegah terulangnya insiden tenggelam di kubangan.

Kepala BPBD Kota Balikpapan, Usman Ali mengatakan pihaknya sudah memperluas area pemasangan pengaman di titik rawan kubangan di sekitar Waduk Km 8 ke kawasan Grand City. Langkah ini ditempuh setelah kubangan air di jalur tersebut terus menarik aktivitas warga. Mulai dari melintas hingga memancing meski tanda larangan sudah dipasang.

“Kami sudah memantau kondisi kubangan setiap hari. Sudah ada tanda larangan melintas dan memancing, tetapi sering diabaikan. Dari rencana empat titik pemasangan pengaman, kami tambah menjadi enam titik pagar dan penutup area,” ujarnya, Selasa (18/11).

Kubangan di Km 8, jelas Usman, terbentuk dari aliran air yang turun dari area perbukitan menuju waduk. Kondisi tanah yang cekung membuat air tergenang dan membentuk kolam memanjang. Meski terlihat dangkal pada kondisi tertentu, kubangan tersebut menyimpan potensi bahaya karena kedalamannya berubah ketika hujan turun.

“Kami ingatkan lokasi itu sangat berisiko. Bagi pengendara roda dua yang melintas atau warga yang memancing tanpa pengaman. Air di kubangan itu sangat tidak stabil. Kedalaman berubah dalam hitungan menit ketika hujan turun. Arus bawahnya juga sulit diprediksi,” jelasnya.

Menurut Usman sebagian warga masih mengabaikan tanda larangan yang dipasang. Situasi ini mendorong BPBD menambah jumlah pagar pengaman dan menutup beberapa akses masuk kubangan untuk meminimalkan risiko. Pengamanan ini dilakukan untuk melindungi keselamatan warga. Ia juga menyebut pihaknya tidak ingin mengambil langkah represif tapi keselamatan tetap menjadi prioritas.

“Kami tidak ingin ada korban jiwa. Upaya pencegahan ini harus dilakukan bersama-sama. Kalau warga patuh, risiko kecelakaan atau tenggelam dapat kita hindari,” tuturnya lagi.

Usman menambahkan perubahan cuaca yang cepat membuat kubangan di beberapa titik kota menjadi lebih berbahaya. Ia meminta warga tidak mengambil risiko sekecil apa pun. Khususnya di lokasi yang sudah diberi penanda bahaya. “Kalau ada rambu, artinya lokasi itu berbahaya. Kami ingin warga benar-benar memahami itu. Kewaspadaan harus terus dijaga, apalagi kondisi cuaca masih tidak stabil,” tutupnya. (ibn)