BPBD Minta Warga Pahami Bahaya Kubangan
Balikpapan – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan kembali menegaskan pentingnya perilaku aman dalam menghadapi cuaca ekstrem yang meningkatkan risiko tenggelam di sejumlah titik rawan. Meski penanganan teknis terus berjalan, BPBD menilai sikap waspada dari warga menjadi faktor kunci keberhasilan mitigasi.
Kepala BPBD Balikpapan, Usman Ali mengatakan perubahan cuaca yang cepat membuat kondisi air di banyak lokasi sulit diprediksi. BPBD menyebut fenomena ini sebagai salah satu penyebab utama meningkatnya ancaman tenggelam. Terutama pada titik-titik yang selama ini tidak memiliki pagar pengaman atau pembatas. Karena itu, warga harus meningkatkan kewaspadaan terutama ketika berada di area yang selama ini diketahui berbahaya.
“Kami meminta warga tetap meningkatkan kewaspadaan. Perilaku aman menjadi faktor penentu keberhasilan mitigasi. Tanpa kesadaran bersama, risiko tetap tinggi,” ujarnya, Selasa (18/11).
Dalam imbauannya, Usman menekankan kelompok anak-anak merupakan pihak paling rentan terhadap insiden tenggelam. Ia menegaskan pentingnya pengawasan ketat dari orang tua. Khususnya di lingkungan permukiman yang dekat dengan area berair. Di mana semua upaya tersebut tidak akan optimal tanpa peran aktif warga.
“Kami mengingatkan orang tua untuk tidak membiarkan anak bermain di area berair, kubangan, maupun tepi waduk. Bahkan semua warga yang melihat anak bermain di kubangan harus peka. Perubahan cuaca yang cepat membuat kondisi air sulit diprediksi,” jelasnya.
BPBD, lanjut Usman, menilai sejumlah insiden yang terjadi di Balikpapan sebelumnya dapat dicegah apabila pengawasan dilakukan lebih ketat. Faktor lingkungan yang tidak stabil, ditambah rasa penasaran anak-anak, sering kali menjadi kombinasi risiko yang berbahaya.
“Jangan sampai hanya mengandalkan penilaian visual semata. Air yang terlihat tenang tidak berarti aman. Kondisi bawah permukaan bisa berubah sangat cepat. Kami sudah sering mitigasi tinggal lagi kesadaran warga,” tuturnya lagi.
BPBD, tambah Usman, juga mengajak masyarakat untuk saling mengingatkan ketika melihat aktivitas berbahaya di kawasan padat penduduk. Kekuatan komunitas dinilai sangat efektif dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman. Dirinya berharap warga menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama. Terutama di musim cuaca ekstrem seperti saat ini.
“Keselamatan bukan hanya tugas BPBD, tetapi sudah jadi tanggung jawab kita semua,” pungkasnya. (ibn)
