Balikpapan Perkuat Jejaring Investasi

Balikpapan – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Balikpapan mendorong penguatan kerja sama lintas lembaga dan membuka jejaring hingga Kedutaan Besar. Langkah itu untuk menarik investasi ke sektor unggulan daerah sebagai penopang Ibu Kota Nusantara (IKN). Sekaligus memantapkan posisi kota minyak sebagai pintu gerbang utama investasi daerah.

Kepala DPMPTSP Balikpapan, Hasbullah Helmi mengatakan pihaknya sedang memfokuskan strategi intensifikasi jaringan promosi investasi. Termasuk membuka akses hingga ke jejaring Kedutaan Besar berbagai negara. Upaya ini dinilainya penting untuk memastikan potensi Balikpapan dikenal lebih luas di level internasional.

“Kami ingin potensi Balikpapan dikenal lebih luas, bahkan sampai ke jaringan Kedutaan Besar. Dengan begitu, investor luar dapat melihat langsung peluang besar yang dimiliki kota ini. Di sini penting sekali kolaborasi lintas lembaga,” ujarnya, Kamis (11/11).

Helmi menjelaskan Balikpapan menyimpan beragam sektor unggulan yang belum tergarap maksimal. Mulai dari jasa, logistik, pariwisata, industri kreatif hingga pendukung supply chain pembangunan IKN. Ia menyebut promosi yang terarah dan terukur akan memicu peningkatan minat investor terhadap peluang investasi yang siap dikembangkan.

“Kami menyiapkan data, profil peluang usaha dan pemetaan sektor prioritas dengan lebih rinci. Semua ini kami lakukan agar investor memiliki gambaran yang jelas dan mudah mengambil keputusan,” jelasnya.

DPMPTSP Balikpapan, lanjut Helmi, juga mengoptimalkan koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait. Termasuk Kementerian Investasi/BKPM, untuk melakukan promosi bersama dalam berbagai forum bisnis nasional maupun internasional. Pemerintah daerah memastikan Balikpapan hadir sebagai wilayah penyangga IKN yang menawarkan stabilitas, infrastruktur lengkap dan ekosistem usaha yang matang.

Selain itu, ia mengaku siap memperkuat kemitraan dengan dunia usaha lokal agar dapat beradaptasi dengan perkembangan investasi yang semakin besar di kawasan IKN. Pemerintah melihat pentingnya memperkuat kapasitas pelaku usaha lokal agar dapat menjadi mitra strategis bagi investor dari luar.

“Kami ingin pelaku usaha lokal juga tumbuh. Mereka harus siap bersaing sekaligus siap bermitra dengan investor yang masuk. Kolaborasi ini akan memperkuat perekonomian daerah secara keseluruhan,” tambahnya lagi. (man)