DPMPTSP Perkuat Pemahaman Perizinan Berbasis Risiko
Balikpapan – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Balikpapan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pemantauan Pemenuhan Persyaratan Perizinan Berusaha dan Evaluasi OSS RBA. Hal ini sebagai upaya memperkuat pemahaman pelaku usaha dan instansi teknis terhadap tata kelola perizinan berbasis risiko.
Kegiatan ini menciptakan ruang kolaborasi strategis yang mempertemukan pelaku usaha, perangkat daerah dan narasumber ahli untuk memperdalam penggunaan sistem Online Single Submission Risk Based Approach (OSS RBA). Seluruh peserta mendapatkan pembekalan menyeluruh mulai dari pemenuhan standar perizinan, mekanisme pengawasan hingga strategi penyempurnaan layanan.
Kepala DPMPTSP Kota Balikpapan, Hasbullah Helmi mengatakan pihaknya berkomitmen mendorong percepatan integrasi layanan. Khususnya agar perizinan di Balikpapan semakin tertib, transparan dan berorientasi pada data.
“Kami memastikan seluruh proses layanan berjalan sesuai standar. Kami ingin pelaku usaha memahami kewajibannya, sekaligus memastikan pemerintah dapat melakukan pengawasan secara efektif,” ujarnya, Senin (17/11).
Helmi menjelaskan pendampingan teknis ini menjadi langkah penting untuk meminimalkan kendala yang sering muncul pada proses pemenuhan komitmen perizinan.
“Kami berharap sinergi lintas sektor semakin kuat. Semakin baik pemahaman para pelaku usaha, semakin sedikit hambatan dalam proses investasi,” jelasnya.
Selama kegiatan, lanjut Helmi, peserta mengikuti diskusi interaktif yang membahas berbagai kasus perizinan, pelaporan melalui OSS RBA, serta tantangan implementasi pemenuhan standar usaha di lapangan. Narasumber juga memberikan contoh langsung mengenai cara memanfaatkan data OSS untuk memperbaiki kualitas pelayanan publik.
Para peserta, menurutnya, menyambut baik pelaksanaan Bimtek karena kegiatan ini karena memberikan kejelasan prosedur. Sekaligus membuka ruang dialog antara pelaku usaha dan pemerintah. Mereka menilai pendampingan semacam ini penting untuk menciptakan iklim investasi yang sehat dan kompetitif di Balikpapan.
DPMPTSP, tambah Helmi, bakal menjadikan agenda peningkatan kapasitas ini terus berjalan. Karena menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menyederhanakan proses layanan. Termasuk mempercepat realisasi investasi dan memastikan seluruh kegiatan usaha memenuhi ketentuan yang berlaku.
“Kami tentu perlu meneguhkan posisi sebagai daerah yang serius membangun layanan perizinan modern, akuntabel dan pro-investasi. Makanya perlu sekali berharap kolaborasi antar pemangku kepentingan secara berkelanjutan,” tandasnya. (man)
