DPRD Upayakan Dongkrak Nilai Jual Panen
Balikpapan – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan menempatkan pembangunan jalan tani sebagai prioritas investasi jangka panjang. Legislatif menilai infrastruktur ini menjadi kunci utama untuk meningkatkan kesejahteraan petani lokal. Langkah ini bertujuan untuk memutus rantai distribusi yang tidak efisien akibat hambatan geografis.
Anggota Komisi II, Japar Sidik mengatakan keterbatasan akses fisik selama ini menjadi momok bagi para petani di pinggiran kota. Medan yang sulit memaksa petani mengeluarkan biaya angkut yang lebih tinggi. Kondisi ini secara otomatis menekan nilai jual hasil panen di tingkat produsen karena beban logistik yang membengkak.
Kondisi itu, lanjutnya, mendorong DPRD menyuarakan pembangunan jalan tani dari perspektif ekonomi yang lebih luas. Ia menegaskan jalan yang layak bukan sekadar fasilitas fisik, melainkan mesin penggerak ekonomi agraris. Kelancaran akses akan membuat produk pertanian lokal lebih kompetitif di pasar perkotaan.
“Pembukaan akses jalan tani sangat penting. Jika jalurnya mudah dilalui, maka distribusi hasil pertanian bisa berjalan lancar dan penjualan hasil tani menjadi lebih optimal,” ucapnya, Senin (13/04).
Japar menyoroti fenomena rendahnya harga beli pengepul akibat sulitnya jangkauan kendaraan ke lahan produksi. Infrastruktur yang buruk sering kali membuat hasil panen mengalami penurunan kualitas sebelum sampai ke tangan konsumen. Dengan jalan yang mulus, petani memiliki daya tawar yang lebih baik karena proses distribusi berlangsung cepat.
Komisi II DPRD juga terus mendesak pemerintah agar konsisten dalam mengalokasikan anggaran peningkatan jalan tani. Legislatif ingin setiap kawasan sentra produksi pangan di Balikpapan memiliki konektivitas yang andal. Kehadiran jalan ini akan merangsang minat generasi muda untuk kembali mengolah lahan pertanian secara profesional.
“Kami memandang pembangunan jalan tani sebagai investasi jangka panjang. Sektor pertanian kita akan tumbuh pesat jika jalur distribusinya sudah mapan,” tuturnya lagi.
Japar berharap sinergi antara ketersediaan infrastruktur dan produktivitas petani akan memperkuat ketahanan pangan daerah. Meski Balikpapan belum lepas dari ketergantungan pada pasokan pangan dari luar daerah. Peningkatan akses jalan ini menjadi langkah konkret pemerintah dalam melindungi hak-hak ekonomi petani kecil.
DPRD Balikpapan berkomitmen menjadikan pembangunan infrastruktur perdesaan sebagai bagian dari strategi besar pemulihan ekonomi. (man)
