BPBD Ajak Warga Antisipasi Potensi Bencana
Balikpapan – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan kembali menegaskan pentingnya peran masyarakat dalam mengantisipasi potensi bencana. BPBD mendorong warga lebih proaktif melaporkan kejadian kecil yang berpotensi menimbulkan bahaya. Seperti retakan tanah, kabel listrik bermasalah, hingga saluran air yang tersumbat.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Balikpapan, Bambang Subagya menilai laporan cepat masyarakat dapat mempercepat respons petugas di lapangan dan menekan risiko bencana yang lebih besar. Karena laporan awal dari warga selalu menjadi indikator penting dalam membaca kondisi lapangan.
“Retakan tanah kecil sering jadi tanda awal longsor. Kabel listrik yang aus dapat memicu kebakaran permukiman. Makanya kami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi bencana adalah tanggung jawab bersama,” ujarnya, Ahad (23/11).
Bambang menyebut kasus banjir dan kebakaran yang terjadi di sejumlah wilayah beberapa tahun terakhir kerap berawal dari gangguan kecil yang tidak segera ditangani. Karena itu, ia meminta keterlibatan aktif warga bukan hanya membantu petugas. Tetapi juga melindungi keselamatan komunitasnya sendiri.
“Ketika warga segera melapor, kami bisa langsung mengecek kondisi dan mengupayakan penanganan dini. Langkah cepat ini sering menyelamatkan lingkungan dari bencana yang lebih besar,” jelasnya.
Untuk mempercepat proses, lanjut Bambang, BPBD menyediakan berbagai kanal pelaporan. Mulai dari call center darurat, aplikasi layanan pemerintah, hingga kanal pesan singkat. Ia memastikan setiap laporan akan ditindaklanjuti sesuai skala urgensi. BPBD juga meningkatkan koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup, PLN, PDAM dan pihak kelurahan untuk memastikan respon cepat.
“Kami menampung laporan melalui banyak saluran agar warga mudah mengaksesnya. Prinsip kami, tidak ada laporan yang kami abaikan. Setiap potensi bahaya yang dilaporkan bisa ditangani dengan cepat oleh instansi terkait,” lanjutnya.
Selain melapor, Bambang mengajak warga menjaga lingkungan dengan membersihkan saluran air, memeriksa instalasi listrik rumah dan menghindari aktivitas yang dapat memperburuk kondisi wilayah rawan bencana. Ia meyakini budaya lapor dan peduli lingkungan merupakan kunci menciptakan kota yang lebih tangguh menghadapi ancaman bencana.
“Kami ingin kesadaran kolektif tumbuh lebih kuat. Ketika warga peduli terhadap lingkungannya, risiko bencana turun signifikan,” tambahnya. (ibn)
