BPBD Perkuat Koordinasi Lintas Sektor
Balikpapan – Pemerintah Kota Balikpapan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus memperkuat koordinasi lintas sektor. Hal itu guna memastikan setiap pembangunan di wilayah kota tetap memperhatikan aspek mitigasi bencana. Terutama untuk mencegah munculnya risiko banjir, longsor dan kerusakan lingkungan akibat pembangunan yang tidak sejalan dengan tata ruang.
Kepala BPBD Balikpapan, Usman Ali mengatakan koordinasi intensif dengan pemerintah kecamatan, kelurahan, dan sejumlah instansi teknis menjadi kunci keberhasilan upaya mitigasi. Pemerintah ingin memastikan seluruh rencana pembangunan kawasan permukiman berjalan sesuai aturan dan tidak menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat sekitar.
“Kami tidak hanya fokus pada penanganan bencana, tetapi juga pada pencegahannya. Karena itu kami memperkuat koordinasi dengan seluruh pihak agar pembangunan benar-benar selaras dengan prinsip mitigasi risiko,” ujarnya, Jumat (07/11).
Menurut Usman, sinergi antar sektor sangat dibutuhkan. Mengingat banyak wilayah Balikpapan didominasi kontur tanah yang rawan terhadap pergerakan air dan longsor. Ia menilai pengawasan dan perencanaan yang lemah di tahap awal pembangunan sering menjadi penyebab utama munculnya titik-titik rawan banjir di kawasan permukiman baru.
“Setiap pembangunan harus melewati kajian lingkungan dan tata ruang yang matang. Jangan sampai aktivitas pembangunan justru memindahkan risiko bencana ke masyarakat di sekitarnya. Itu yang terjadi saat ini,” jelasnya.
BPBD Balikpapan, lanjut Usman, juga rutin melakukan evaluasi lapangan bersama perangkat kecamatan dan kelurahan. Pemerintah mendorong setiap wilayah aktif mengidentifikasi potensi bencana di lingkungannya masing-masing agar langkah pencegahan dapat dilakukan lebih dini. Termasuk melibatkan pengembang perumahan untuk membahas hal tersebut.
“Kami ingin semua pihak, mulai dari pemerintah tingkat bawah hingga pengembang, memiliki pemahaman yang sama tentang pentingnya mitigasi. Pencegahan jauh lebih murah dan efektif dibanding penanganan pascabencana,” tuturnya lagi.
Usman menambahkan, kolaborasi lintas sektor juga bertujuan memperkuat sistem peringatan dini dan edukasi kebencanaan bagi masyarakat. BPBD terus mengembangkan jaringan informasi yang terintegrasi agar laporan kondisi lapangan dapat segera ditindaklanjuti sebelum menimbulkan dampak besar.
“Kami membangun sistem komunikasi cepat antara petugas lapangan, kelurahan, dan BPBD. Tujuannya agar setiap potensi bencana bisa direspons dalam hitungan jam, bukan hari,” pungkasnya. (man)
