DKP Kutim Kecam Pelaku Bom Ikan di Perairan Laut Teluk Kaba

KanalKaltim.com; Kutai Timur — Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kutai Timur, Ayub mengecam dugaan tindakan pengeboman ikan oleh oknum nelayan di wilayah perairan laut Teluk Kaba. Akibat tindakan ilegal tersebut, menyebabkan rusaknya ekosistem terumbu karang yang berada di perairan Teluk Kaba.

Ditemui di ruang kerjanya, Ayub menerangkan sebagai wilayah penghasil ikan dan budidaya rumput laut, perairan laut Teluk Kaba yang terletak di Dusun Teluk Singkama Kecamatan Sangatta Selatan tersebut sering mendapat ancaman bom ikan dari oknum nelayan yang tidak bertanggung jawab.

“Dari dulu kita memang ada hambatan di situ (Teluk Kaba, red), karenanya pembudidayaan rumput laut kita juga terganggu (ancaman bom ikan, red),” terangnya.

Dalam hal penindakan, pihaknya mengaku akan lebih intens berkomunikasi dengan Provinsi Kalimantan Timur, khususnya Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kaltim yang saat ini lebih berwenang dalam pengelolaan laut.

“Tetap kita kordinasi dengan provinsi Kaltim sebab mereka yang pegang (kewenangan, red) laut sekarang. Kita juga akan (kordinasi, red) ke Danlanal (Komandan Lanal Sangatta, red), sebab kita tau Danlanal sangat pro aktif,” pungkasnya.

Sebelumnya, Forum Pemerhati Masyarakat Pesisir (FOPSIR) Kutai Timur baru-baru ini mengeluarkan laporan hasil pemantauan kesehatan ekosistem terumbu karang, di wilayah perairan Teluk Kaba, dengan kondisi rusak berat. Kondisi kerusakan ini diduga kuat akibat tindakan pengeboman ikan yang dilakukan oleh oknum nelayan.

“Diduga (kerusakan terumbu karang, red) karena akibat terjadinya aktivitas masyarakat (nelayan, red) sekitar yang melakukan pemanfaatan daerah terumbu karang secara tidak bijak, yakni dengan melakukan pengeboman ikan,” ujar Ketua Harian FOPSIR Kutim, Imanuddin saat diwawancarai melalui sambungan telpon, Selasa (05/07/22).

Selanjutnya ia menerangkan bahwa pihaknya telah melakukan pemantauan kesehatan ekosistem terumbu karang dengan membuat garis transek sepanjang 50 meter di atas hamparan terumbu karang. Ditemukan tutupan karang di Teluk Kaba dalam kondisi rusak berat, diduga akibat penggunaan bom ikan.

“Dimana pada stasiun pengamatan ditemukan indikasi adanya kegiatan pengeboman ikan, penangkapan ikan dengan menggunakan potassium dan lain sebagainya,” ungkap pria yang juga berprofesi sebagai Dosen Ilmu Kelautan STIPER (Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian) Kutai Timur tersebut.(Adv)